MAKALAH EKONOMI
“Hambatan dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional”

MAKALAH EKONOMI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial ( Ekonomi )
Oleh :
Frisca Putikasari (17/IXH)
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SRAGEN
SMP NEGERI 1 MASARAN
TAHUN PELAJARAN
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat, berkah, dan hidayah-Nya, sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Hambatan dan Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional”.
Penyusunan
makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas akhir semester genap yang
diberikan oleh Ibu Hj. Sukini, S.Pd sebagai guru mata pelajaran IPS ( Ekonomi )
kelas 9H.
Saya menyadari bahwa penyusunan makalah
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan dalam kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Penulis
DAFTAR ISI
1. Halaman
Judul …………………………………………………………………………1
2. Kata
Pengantar …………………………………………………………………………2
3. Daftar
Isi ...………………………………………………………………………………3
4. Hambatan
yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional …………………..4
5. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional
a) Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan
………………………….……7
b) Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan…………………………….…..8
6. Penutup
………………………………………………………………………………...10
A. Hambatan
Kerjasama yang Mempengaruhi Ekonomi Internasional
Dalam
kerjasama ekonomi internasional sering dijumpai hambatan atau rintangan
yang pada dasarnya merugikan suatu negara. Hambatan tersebut berupa :
1.
Kebijakan
proteksi
Kebijakan
proteksi adalah tindakan pemerintah yang membatasi masuknya barang impor ke dalam
negeri. Kebijakan ini dilakukan untuk melindungi (protection) industri dalam
negeri dari kemungkinan bangkrut sebagai akibat serbuan pasar barang sejenis
dari luar negeri.
2.
Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang
diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga
barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang
biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan
konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk
domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk
domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama
antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada
pemerintah sedangkan kuota tidak.
3. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang
diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan
kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor,
kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota
ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi
atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang
disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction =
VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah
barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan
dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat
memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi
jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat
ditingkatkan. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi
dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Ø Dampak
kebijakan kuota bagi negara importer :
a) Harga
barang melambung tinggi,
b) Konsumsi
terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c) Meningktanya
produksi di dalam negeri.
Ø Dampak
kebijakan kuota bagi negara eksportir :
a) Harga
barang turun,
b) Konsumsi
terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c) Produksi
di dalam negeri berkurang.
4.
Dumping
dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional
disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih
rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping
dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor,
terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang
mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat
mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping
(dengan tarif impor yang lebih tinggi), Kebijakan ini hanya berlaku sementara,
haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut
dan menguasai pasar internasional.
Predatory
dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri.
Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan
untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
Adapun beberapa motif dari Dumping,
yaitu antara lain :
Barang-barang
yang diminati oleh negara asal, supaya dapat terjual di luar negeri.
Memperkenalkan
suatu produk dalam negeri ke negara lain.
Berebut
pasar luar negeri.
5.
Subsidi
Kebijakan
subsidi biasanya diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestik,
sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar
internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor,
karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat
diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan
yang tidak jujur dan dapat menjurus kearah perang subsidi. Hal ini karena semua
negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
6. Exchage
Control
Biasanya,
negara – negara yang menggunakan kontrol devisa adalah mereka yang ekonomi
lemah. Kontrol ini memungkinkan negara – negara yang ekonominya lebih stabil
membatasi jumlah volatilitas nilai tukar mata uang yang masuk / keluar.
7. State
Trading Operasion
State
Trading Operasion adalah pemerintah dalam perdagangan melakukan kegiatan ekspor.
8.
Larangan
impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang
masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya
dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
B. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional
Setiap
kerjasama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan
yang dimiliki antar Negara, yaitu :
1. Kerja
Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan
Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerjasama antar Negara :
a. Perbedaan sumber daya alam
Sumber
daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis
dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun
ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya, Indonesia
kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit
menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan
baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan
bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri,
dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.
b. Perbedaan iklim dan kesuburan
tanah
Perbedaan
iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan
menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya
yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan
menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara
seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut,
sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.
c. Perbedaan ilmu pengetahuan dan
teknologi
Kemampuan
dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu
negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat,
Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di
Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang
dapat melakukan kerjasama dengan negara-negara maju. Dengan demikian
negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.
d. Perbedaan ideologi
Perbedaan
ideologi antar suatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik
antar negara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau
ketegangan perlu adanya kerjasama, sehingga tidak memperbesar konflik yang
telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC
yang berideologi komunis, memerlukan kerjasama dalam bidang politik dengan
negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu
dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja
perundingan.
e. Perbedaan faktor produksi
Adanya
perbedaan faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara, misal nya, Indonesia
memiliki banyak sumber minyak bumi tapi memerlukan tenaga ahli yang
handal untuk mengambilnya.
f.
Perbedaan
sosial budaya
g. Perbedaan selera masyarakat
II.
Kerja Sama Antarnegara Akibat
Adanya Kesamaan
Berikut
ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarnegara :
a) Kesamaan sumber daya alam
Kesamaan
sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama
antarnegara. Misalnya beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu
kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting
Countries).
b) Kesamaan keadaan wilayah
(kondisi geografis)
Negara-negara
yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering
mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara
anggotanya. Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara
membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.
c) Kesamaan ideologi
Negara-negara
yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja
sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja
sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal. Selain itu,
negara-negara yang tidak memihak pada blok Barat ataupun blok Timur membentuk
kerja sama dalam organisasi Nonblok.
d) Kesamaan agama
Adanya
persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam
suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi Konferensi Islam), yaitu kelompok
organisasi negara-negara Islam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respon atas
peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.
e) Kesamaan selera terhadap suatu
barang
PENUTUP
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang
menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman bisa
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan penyusunan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman
pada umumnya.
Penulis

King Casino Login | All your games online and - Community Khabar
BalasHapusLogin King Casino, Play, and Win! Login King Casino, Play. Login King Casino, Play. Login King Casino, Play. gri-go.com Login King Casino, 출장샵 Play. Login King communitykhabar Casino, https://febcasino.com/review/merit-casino/ Play. www.jtmhub.com Login King Casino,