PERANG DUNIA 1
Tugas Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial
Sejarah
Disusun Oleh :
1. Annisa Agustin (005,IXH)
2. Dhini Melati Sari (011,IXH)
3. Frisca Putikasari (017,IXH)
4. Khoirunnisa (020,IXH)
5. Septiana Eka S (027,IXH)
6. Surya Pramudita (029,IXH)
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 1 MASARAN
TAHUN
PELAJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji
Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Hidayah-Nya yang telah
memberikan kami akal sehat untuk membuat tugas IPS (Sejarah).
Tugas IPS (Sejarah) ini kami buat
untuk melengkapi tugas-tugas kami khususnya di Bidang IPS.
Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru pembimbing yang telah mengajari kepada kami
hal-hal yang tidak kami ketahui tentang IPS (Sejarah).Dan kami juga menyadari
tugas IPS (Sejarah) ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna, oleh karena
itu kami mohon kritik dan saran dari Bapak/Ibu Guru dan dari berbagai pihak.
Agar bisa membuat tugas IPS (Sejarah) ini lebih bagus, kami berharap semoga
tugas IPS (Sejarah) ini berguna terutama untuk Bidang IPS (Sejarah).
Penulis
KATA
PERSEMBAHAN
Makalah ini kami Persembahkan
untuk :
1. Bapak H.Moch. Arifin S.Pd M.M selaku Kepala
Sekolah SMPN 1 MASARAN
2. Bapak Sumarjoko S.Pd selaku Wali kelas XIH
3. Ibu Diyah Saptorini selaku guru Mata Pelajaran IPS (Sejarah)
4. Bapak/Ibu guru serta karyawan SMPN 1 MASARAN
5. Teman-Teman yang kami Sayangi
6. Orang tua yang kami cintai dan kami sayangi
7. Pembaca
yang Budiman
DAFTAR ISI
1. JUDUL…………………………………………………………………………………
2. KATA PENGANTAR …………………………...……………………………………
3. KATA PERSEMBAHAN……………………………………………………………...
4. DAFTAR ISI……………………………………………………………………….......
5. BAB I ( LATAR BELAKANG PD 1 )………………………………………………...
6. BAB II ( PENYEBAB TERJADINYA PD 1 ) ………………………………………..
7. BAB III ( JALANNYA PEPERANGAN PD 1 ) ……………………………………...
8. BAB IV ( BERAKHIRNYA PD 1 )………………….……………………………......
9. BAB V ( AKIBAT PD 1 ) …………………………………………………………….
10. PENUTUP …………………………………………………………………………….
BAB
I
Latar
Belakang
Perang
Dunia 1 bermula di Eropa pada tahun 1914. Amerika Serikat pada mulanya tidak
ikut serta dalam perang Dunia 1, meski merasa memiliki hak netral untuk tidak
berpihak pada sisi manapun. Meskipun demikian, kedua blok dalam perang tersebut
yakni Triple Entente (Blok Sekutu) dan Triple Aliansi (Blok AS) berusaha untuk
mempengaruhi Amerika Serikat supaya masuk dalam Bloknya. Pada tanggal 4 Agustus
1914, ketika perang berkobar Presiden Wilson mengumumkan netralitas Amerika
Serikat dalam perang itu. Sebagai Negara netral, Amerika Serikat mempunyai hak
untuk bersikap yang secara historis dan meyakinkan berada di bawah naungan
hukum internasional melalui kegiatan sebagai berikut :
1.
Amerika Serikat sebagai Negara netral dapat melakukan
kegiatan menjual barang-barang senjata dan peralatan mesin perang yang lainnya
dengan Negara yang sedang berperang. Sementara itu pihak Negara yang sedang
berperang dapat menekan perdagangan ini dengan saling blockade untuk
menghentikan iringan kapal yang membawa barang-barang tersebut, namun blockade
harus efektif yakni dengan sejumlah kapal perang untuk patroli.
2.
Jika kapal dagang dari Negara netral atau musuh berlayar
dan tertangkap, maka boleh dimiliki dan diambil alih dalam keadaan tertentu,
namun tidak boleh ditenggelamkan sehingga membahayakan keamanan awak dan
penumpangnya dibawah hukum itu dan kebijakan Amerika Serikat, hal ini menjadi
tugas bagi Presiden Woodrow Wilson dalam perdagangan sebagai Negara netral.
3.
Dan dia juga harus
menghadapi keluhan tentang kekerasan terhadap Negara netral dari Negara-negara
yang berperang.
Pemicu
Perang Dunia 1 terkait terbunuhnya seorang pewaris tahta Austria-Hongaria yang
bernama Pangeran Franz Ferdinand oleh seorang mahasiswa Serbia bernama Gavrilo
Princip pada 28 Juni 1914. Meskipun dipicu pembunuhan ini namun ada latar
belakang yang lebih realistic mengenai sebab-sebab meletusnya Perang Dunia 1
yakni terkait dengan terbentuknya Aliansi dan counterbalances yang berkembang
antara kekuasaan di Eropa selama abad ke-19, sejak kekalahan Napoleon Bonaparte
di Waterloo tahun 1815 yang menyebabkan terjadinya “terangkatnya” kekuasaan
Napoleon Bonaparte di Negara-negara Eropa yang pada gilirannya sebagai akibat langsung
adanya Revolusi Perancis (1789) yang menggulinggkan Monarki Perancis.
Keadaan Ekonomi Amerika
Serikat setelah perang Dunia 1
a) Krisis Ekonomi
Ekonomi
Amerika Serikat Pascaperang kembali tidak normal, akibatnya pekerja menjadi
tidak puas dengan meningkatnya biaya hidup, jam kerja menjadi panjang, dan
manajemen yang tidak punya rasa simpati. Tahun 1919, lebih dari 4 juta jiwa
pekerja mengadakan aksi mogok. Pada tahun 1920 telah diadakan pemilihan
presiden yang dimenangkan oleh Partai Republik Warren G.Harding. kemudian pada
waktu itu untuk menjaga kemakmuran yang ada dibuatlah kebijakan pemerintah yang
sangat konservatif. Hal ini diyakini bahwa akan dapat membesarkan usaha swasta
yang pada akhirnya mampu membesarkan usaha swasta dan meningkatkan kemakmuran. Ledakan
ekonomi yang terjadi seusai Perang Dunia 1 berupa aliran keuangan yang hancur
secara dramatis dan banyak negara meninggalkan sistem gold standard untuk
menggantinya dengan sistem floating currencies.
Pada
tahun 1920-an, setelah perang usai, terdapat usaha untuk mengembalika sistem
gold standards. Sistem ini mampu menciptakan kondisi yang sangat menguntungkan
bagi dunia industry di Amerika. Sepanjang tahun 1920, usaha swasta menerima
dorongan yang substansial, termasuk pinjaman pembangunan, kontrak perantara
yang menguntungkan, dan tunjangan langsung lainnya. Begitu juga kebijakan
partai Republik di bidang pertanian mendapatkan kecaman besar karena para
petani hanya mendapatkan sedikit kemakmuran bagi pertanian dan naiknya harga
hasil pertanian. Hal ini disebabkan adanya permintaan akan produk pertanian
Amerika yang tak terduga pada masa perang. Kemakmuran ini mendorong kuat para
petani untuk berproduksi.
Tetapi pada akhir 1920, permintaan masa perang
yang berhenti mendadak, harga hasil pokok pertanian merosot tajam, hilangnya
pasar luar negeri. Dengan begitu petani Amerika sulit menjual produk mereka di
tempat yang Amerika tidak melakukan pembelian barang karena kebijakan tarif
impornya sendiri. Perlahan-lahan pintu pasar dunia tertutup. Ketika terjadi
depresi hebat (1930-an), harga hasil pertanian yang sudah lemah menjadi hancur.
Undang-undang
pajak tahun 1922 dan 1930 menjadikan nilai pajak masuk ke angka tertinggi. Yang
kedua dari undang-undang Smooth-Hawley tahun 1930, menetapkan pungutan yang
tinggi sehingga lebih dari 1000 pakar ekonomi meminta Presiden Herbert Hoover
memvetonya. Depresi ekonomi 1929 ini dipicu
oleh jatuhnya bursa saham NYSE pada bulan oktober 1929 akibat ledakan
spekulatif yang disebut Economic buble (gelembung Ekonomi). Kenaikan harga
saham mengakibatkan terjadinya penjualan saham secara besar-besaran yang
menyebabkan pasar saham runtuh dan indeks harga saham turun drastis.
Instabilitas akibat depresi ini menghancurkan kondisi perekonomian Amerikia
Serikat. Bahkan pengangguran semakin meningkat akibat ketidakmampuan pasar
menyerap tenaga kerja dan daya beli masyarakat semakin menurun.
Keadaan
Sosial Ekonomi Amerika Serikat PraKrisis 1929, mengalami stagnansi dunia
industri pada akhir tahun 1925, Kelebihan produksi di industri automobil pada
tahun 1928. Kemudiaan peningkatan tingkat suku bunga dari 4,06% per tahun
menjadi 7,6% per tahun pada tahun 1927. Hal ini disebabkan besarnya angka
pembelian secara kredit yang tidak dibayarkan secara lancar dan juga besarnya modal
milik orang-orang Amerika yang diinvestasikan di luar negeri.
Peningkatan
pola konsumsi masyarakat tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan,
sementara masyarakat semakin banyak membeli barang-barang sekunder dengan
sistem kredit. Akibatnya, kelebihan produksi yang kemudian membuat banyak
barang tidak laku di pasaran. Hingga perekonomian Amerika Serikat pun memburuk
dan mencapai puncak pada saat jatuhnya
nilai saham di Wallstreet pada tahun 1929.
Pemerintah
Amerika turut andil menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi 1929. Salah
satunya adalah kebijakan proteksionisme (kebijakan melakukan perlindungan
terhadap barang-barang produksi dalam negeri). Dalam kebijakan tersebut
diberlakukan pajak yang sangat tinggi atas barang-barang import. Hal ini menimbulkan
reaksi dari negara-negara lain yang kemudian turut menaikkan pajak yang tinggi
atas barang-barang hasil produksi Amerika.
Tepatnya pada hari Kamis,
24 Oktober 1929, nilai saham di Wall Street menurun drastis, yang mengakibatkan
terjadinya “krach de Wall Street”. Pada hari tersebut, nilai saham di Wall
Street sedang dalam keadaan yang tinggi sehingga banyak orang yang menjual
sahamnya secara bersamaan. Terjadi 13 juta aksi penjualan saham secara
bersamaan yang mengakibatkan jatuhnya harga saham.
Krisis
kelebihan produksi secara umum. Dalam bidang pertanian, krisis ini terlihat
sebelum tahun 1929 dengan jatuhnya harga sejak tahun 1925-1926 di semua negara.
Di bidang industri, krisis ini terjadi karena batas waktu pembayaran yang
ditangguhkan pada tahun 1929 dengan alasan:
1. Bertumpu pada metode yang beraneka ragam
yang dilakukan untuk menstimulasi konsumsi, terutama dengan penjualan kredit
(Amerika Serikat).
2. Kebutuhan-kebutuhan yang dipenuhi masih
tetap penting (kasus negara lain). Namun
suatu hari penawaran dari Amerika melebihi tingkat permintaan di wilayah Eropa
padahal perekonomian Eropa sedang hancur karena perang.
Dalam
18 bulan pertama 1929-1932, banyak bank kecil dan menengah yang bangkrut,
sedangkan bank berskala besar tidak mengalami kebangkrutan. Politik moneter
Amerika pada dasarnya membuat pertahanan akan mata uangnya sangat kuat dengan
peredaran yang terbatas sehingga menghasilkan kestabilan harga, jumlah ekspor,
dan lancarnya pengurasan cadangan emas dunia oleh AS. Pada tahun 1928, terjadi
kekurangan kebutuhan atas mata uang sehingga masyarakat beralih ke kredit yang
segera melampaui batas dan menimbulkan kejatuhan saham dan 40 % nilai saham hilang. Bahkan setelah
runtuhnya pasar saham, politikus dan pemimpin industry terus mengeluarkan
prediksi optimis bagi perekonomian Negara. sampai tahun 1933 saham di Bursa
Efek New York nilainya kurang dari 1/5 yang pernah tercapai pada puncaknya di
tahun 1929. Akibatnya pabrik bangkrut bahkan tutup dan bank gagal berdiri
sehingga menimbulkan pengangguran.
Tahun
1930-an terjadi krisis keuangan yang memicu runtuhnya sistem pinjaman dan gold
standard. Selanjutnya , AS menggantikan Inggris sebagai kreditor bagi
perekonomian dunia, dan kala itu dolar AS menjadi mata uang ternkuat dan
terpercaya di dunia internasional. Selanjutnya
Penggunaan teknologi modern dan juga dukungan pemerintah yang kuat di
sektor tersebut, dan tatanan sosial dan ekonomi yang baik di masyarakat menjadi
faktor pendukung kejayaan Amerika Serikat.
Industri
Amerika pun mengalami kemajuan yang pesat bahkan 44% produksi batu bara dunia
dikuasai oleh Amerika Serikat. Dengan kemapanan ekonominya Amerika Serikat
mampu memberikan bantuan ekonomi kepada Eropa untuk bangkit kembali dari
keterpurukannya pasca perang. Gaya hidup masyarakat yang menggemari sistem
kredit, menginvestasi uang mereka dengan membeli saham dan pola hidup konsumtif
pun menunjukkan kemakmuran negaranya.
Dapat
dikatakan Depresi besar atau Great Depression merupakan suatu peristiwa
kemerosoton atau depresi ekonomi terparah yang khususnya melanda Amerika, namun
juga berpengaruh pada negara-negara lain di berbagai penjuru dunia. Peristiwa
ini terjadi di tahun 1929 hingga awal 1940, yang mana disebabkan karena:
1.
Jatuhnya
Bursa Saham (Stock Market Crash) di tahun 1929
Jatuhnya
bursa saham pada bulan Oktober 1929 di Amerika atau yang lebih sering
disebut Black Tuesday disinyalir sebagai
penyebab utama dari Great Depression. Peristiwa ini menyebabkan hampir seluruh
pemegang saham mengalami kerugian yang ditaksir lebih dari empat milyar dolar
Amerika. Pemerintah Amerika berusaha mengatasi dampak dari jatuhnya bursa saham
dengan memaksa sebagian besar bank untuk tutup, akibatnya terjadi kepanikan
yangefeknya tidak hanya dialami oleh penduduk Amerika melainkan sudah lintas
negara. Kepanikanini membuat masyarakat yang khawatir simpanan mereka di bank
hilang berbondong-bondong mendatangi bank yang masih buka untuk dapat menarik
uang simpanan mereka. Hal ini secaracepat berimbas pada terjadinya kebankrutan
di sejumlah bank, dan terjadinya Great Depression diakhir 1930 tidak dapat
terelakkan lagi.
2.
Kegagalan
bank (bank failures)
Sepanjang
tahun 1930 setelah terjadinya stock market crash jumlah bank di Amerika
danEropa yang lumpuh dan mengalami kebangkrutan semakin bertambah hingga
mencapai 9000 bank. Pemerintah tidak lagi mampu memberikan jaminan terhadap
simpanan yang terisisa,akibatnya bank dalam keadaan uninsured dan tidak lagi
dapat memberikan pinjaman baginasabah. Keadaan ini semakin memperburuk situasi
karena mayoritas masyarakat kehilangan uangnya, dan sehingga kesulitan ekonomi
tidak hanya dirasakan oleh negara melainkan sudah berdampak pada masyarakat
luas.
3.
Menurunnya
daya beli masyarakat (Reduction in Purchasing)
Adanya
stock market crash dan hilangnya simpanan masyarakat di bank menyebabkan daya
beli masyarakat menurun dan bahkan masyarakat tidak mampu membeli barang.
Inimenyebabkan perusahaan harus berhenti melakukan produksi, dan akibatnya para
pekerja pundiberhentikan sehingga angka pengangguran ketika itu naik hingga
25%. Ini menyebabkan roda perekonomian tidak dapat berfungsi sebagaimana
mestinya, dan keadaan depresi ekonomi pun semakin parah.
b)
Masa Presiden Franklin
Franklin
Delano Roosevelt adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-32 dan merupakan
satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari
tahun 1933 hingga 1945. Pada itu Amerika mengalami puncak masa depresi lebih
dari 13 juta rakyat Amerika tidak mempunyai pekerjaan, dan susunan perbankan
tidak beraturan. Franklin D. Roosevelt memberikan harapan kepada rakyat Amerika
dan berjanji akan mengambil tindakan tegas dan cepat. Salah satu pernyataannya
yang terkenal pada amanat pelantikannya kepada bangsa Amerika adalah kebijakan New Deal yaitu ”Satu-satunya
yang kita perlu takutkan hanyalah rasa takut itu sendiri”.
Dalam
pergertian lain New Deal merupakan
perkenalan jenis reformasi sosial dan ekonomi yang sudah kenal lama di Eropa
lebih dari satu generasi dan lebih jauh lagi New Deal mewakili puncak
kecenderungan jangka panjang untuk meninggalkan kapitalisme laissez-faire
(perekonomian tanpa campur tangan pemerintah) dan menginginkan peraturan
reformasi dari Negara bagian maupun nasional yang diperkenalkan pada era
progresif pemerintahan Theodore Roosevelt dan Woodrow Wilson (1880).
Dalam
pelaksanaannya New Deal adalah
cepatnya peraturan-peraturan itu dibuat. Sebelumnya, peraturan yang dibuat
dapat memakan waktu sampai beberapa generasi, banyak perubahan aturan dibuat
terburu-buru dan pelaksaaannya lemah akibatnya beberapa peraturan malah saling
bertentangan. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terputus atau
terhenti, namun setelah diterapkan program New Deal mulai membangkitkan kembali
kepercayaan dan minat masyarakat Amerika terhadap pemerintah. Dalam seratus
hari pertama pemerintahan FDR mengusulkan rencana besar-besaran untuk:
1.
Menghidupkan kembali kegiatan perusahaan dan pertanian.
Dengan cara mendirikan lembaga-lembaga baru di pemerintahaan yang menyediakan
fasilitas kredit ringan untuk industri dan pertanian.
2.
Memberi bantuan kepada para penganggur dan kepada mereka
yang terancam akan kehilangan ladang dan tempat tinggalnya. (lapangan pekerjaan
untuk para pengangguran).
3.
Memperbaiki sistem perbankan dan kredit. Dengan langkah
bank-bank ditutup terlebih dahulu dan dibuka kembali apabila telah membayar
utang. Pemerintah mengunakan kebijakan inflasi mata uang yang moderat untuk
mengawali gerakan peningkatan harga komoditas dan untuk membayar cicilan kepada
para debitur.
Pasca pemerintahan Roosevelt masa
seratus hari pertama memegang jabatan, ia telah menunjukkan diri sebagai
pemimpin negara yang cakap. Ia memperoleh dukungan rakyat yang unik dalam sejarah
Amerika dalam melancarkan sebuah program percobaan yang bertujuan mencapai apa
yang disebut sebagi sistem yang bersifat lebih sosial dan lebih demokratis.
Program itu dikenal dengan nama
"New Deal”. Pada 1936 di tahun pemilihan Presiden, revolusi damai dalam
bidang ekonomi dan sosial yang dilancarkan oleh Presiden Roosevelt telah
berhasil membawa perbaikan dan pembangunan kembali sebagian Amerika. Oleh
karena itu ia dipilih kembali sebagai Presiden Amerika dengan jumlah suara yang
besar.
Selama jabatannya yang kedua, dari
1937 sampai 1940 Presiden Roosevelt menghadapi banyak kesukaran. Ia berbeda
pendapat dengan Mahkamah Agung Amerika, perekonomian Amerika menderita
kemunduran dan pada September 1939, perang pecah di Eropa dengan penyerbuan
Jerman ke Polandia. Melalui perundang-undangan, Presiden Roosevelt berusaha
untuk menghindarkan Amerika dari peperangan, tetapi di samping itu ia juga
memperkuat negara-negara yang terancam atau diserang. Ketika Jepang menyerang
Pearl Harbor di Hawaii pada tanggal 8 Desember 1941, Presiden Roosevelt
memimpin pengerahan tenaga rakyat serta sumber-sumber yang ada untuk
menjalankan perang total. Sebelum Amerika Serikat, Churchill telah menyusun
sebuah Deklarasi delapan pasal yang terkenal dengan nama Piagam Atlantik. Program
ini dapat dikatakan sebagai program perdamaian antara lain:
1.
Hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.
2.
Jaminan perdamaian serta bebas dari kemelaratan dan
ketakutan.
Dua
di antara empat kebebasan yang dicantumkan Presiden Roosevelt dalam amanat
tahunannya kepada Kongres pada Januari 1941 Kemudian adanya bentuk kebebasan
itu antara lain :
·
Kebebasan untuk menyatakan
pendapat.
·
Kebebasan untuk beragama.
·
Kebebasan dari kemelaratan
·
Kebebasan dari ketakutan.
Karena merasa bahwa perdamaian dunia
di masa datang akan tergantung pada hubungan antara Amerika Serikat dan Uni
Soviet, Presiden Roosevelt banyak mencurahkan pikirannya untuk mendirikan
Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana kesulitan
Pada bulan November 1912,
karena Rusia dipermalukan oleh ketidakmampuannya
untuk mendukung Serbia selama krisis Bosnia pada 1908 dan Perang Balkan I, negara itu mengumumkan rekonstruksi
militernya secara besar-besaran.
Pada tanggal 28 November,
Menteri Luar Negeri Jerman, Gottlieb von Jagow mengatakan kepada Reichstag (parlemen Jerman), bahwa "Jika Austria dipaksa, untuk alasan apa pun, untuk
memperjuangkan posisinya sebagai negara adidaya, maka kita harus mendampinginya."
Akibatnya, Menteri Luar Negeri Inggris Sir Edward Grey menanggapi dengan memperingati Pangeran Karl Lichnowsky, Duta Besar Jerman di London, bahwa jika Jerman menawarkan Austria "cek
kosong" untuk perang di Balkan, maka "konsekuensi dari kebijakan
tersebut tak akan bisa dihitung." Untuk mempertegas peringatan ini, R.B. Haldane, Lord Chancellor, bertemu dengan
Pangeran Lichnowsky untuk memberi peringatan eksplisit bahwa jika Jerman yang
menyerang Perancis, Inggris akan mengintervensi untuk
mendukung Perancis.
Dengan rekonstruksi militer
Rusia dan komunikasi eksplisit dari Inggris, kemungkinan perang merupakan topik
utama di Dewan Perang Kerajaan Jerman tanggal 8
Desember 1912 di Berlin, pertemuan informal dari beberapa pucuk pimpinan militer
Jerman yang dipanggil dalam waktu singkat oleh Kaiser.[3] Yang menghadiri konferensi itu antara
lain Kaiser Wilhelm II, Laksamana Alfred von Tirpitz, Sekretaris Angkatan Laut, Laksamana Georg Alexander von Müller, Ketua Kabinet Angkatan Laut Kekaisaran
Jerman
(Marinekabinett), Jenderal von Moltke, Kepala Staf Angkatan Darat ,
Laksamana August von Heeringen, Kepala Staf Umum Angkatan Laut dan Jenderal Moriz von Lyncker, Kepala Kabinet Militer Kerajaan Jerman. Kehadiran para pemimpin dari
Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jerman di Dewan Perang membuktikan pentingnya
pertemuan ini. Namun, Kanselir Theobald von Bethmann-Hollweg dan Jenderal Josias von Heeringen, Menteri Urusan Perang Prusia, tidak diundang.
Wilhelm II menyebut prinsip
penyeimbangan kekuasaan Inggris sebagai sebuah "kebodohan," tapi
setuju bahwa pernyataan Haldane adalah sebuah "klarifikasi yang
diinginkan" dari kebijakan Inggris. Pendapatnya adalah bahwa Austria harus
menyerang Serbia pada bulan Desember, dan jika "Rusia mendukung Serbia,
yang ia jelas tidak ... maka perang akan dihindari untuk kita juga," dan
itu akan lebih baik daripada pergi berperang setelah Rusia menyelesaikan
modernisasi besar-besaran dan ekspansi militer mereka, yang baru saja dimulai.
Moltke setuju. Dalam pendapat profesional militer "adalah perang dapat
dihindari dan lebih cepat lebih baik". Moltke "ingin melancarkan
serangan langsung".
Baik Wilhelm II maupun
pimpinan Angkatan Darat setuju bahwa jika perang diperlukan, perang itu lebih
baik dilancarkan segera. Laksamana Tirpitz, bagaimanapun, meminta
"penundaan pertempuran besar untuk satu setengah tahun" karena
Angkatan Laut Jerman tidak siap untuk perang besar, dimana Inggris termasuk
sebagai lawan. Dia bersikeras bahwa penyelesaian pembangunan dasar U-boat di Heligoland dan pelebaran Terusan Kiel adalah prasyarat Angkatan Laut untuk
perang. Sejarawan Inggris, John Röhl
mencat, tanggal untuk penyelesaian pelebaran Terusan Kiel adalah musim panas
1914. Meskipun Moltke keberatan dengan penundaan perang, Wilhelm memihak
Tirpitz. Moltke "setuju untuk penundaan dengan enggan."
Sejarawan lebih bersimpati
kepada pemerintah Wilhelm II, sering menolak pentingnya Dewan Perang karena
hanya menunjukkan pemikiran dan rekomendasi dari mereka yang hadir, tanpa
keputusan yang diambil. Mereka sering mengutip bagian dari buku harian Laksamana Müller, yang menyatakan: "Itu adalah
akhir dari konferensi Hasilnya tak ada.." Tentu saja keputusan yang
diambil adalah tak melakukan apa-apa.
Sejarawan lebih simpatik
terhadap Entente, seperti sejarawan Inggris, John Rohl, kadang-kadang agak
ambisius menafsirkan kata-kata Laksamana Müller yang mengatakan bahwa
"tidak ada" diputuskan untuk 1912-1913, tapi perang itu diputuskan
selama musim panas 1914. Rohl berpendapat bahwa bahkan jika Dewan Perang tidak
mencapai keputusan yang mengikat yang jelas tidak, itu tetap menawarkan
pandangan yang jelas tentang niat mereka, atau setidaknya pikiran mereka, yang
adalah bahwa jika harus ada perang, tentara Jerman ingin sebelum program
persenjataan baru Rusia mulai menghasilkan sesuatu.
Pada November 1912, program
restrukturisasi militer Rusia diumumkan, pimpinan Angkatan Darat Jerman mulai
menyuarakan "perang pencegahan" melawan Rusia. Moltke menyatakan
bahwa Jerman tidak bisa memenangkan perlombaan senjata dengan Perancis, Inggris dan Rusia, yang dia sendiri telah mulai pada tahun 1911, karena struktur keuangan
dari negara, yang memberikan memberi pemerintahan Reich sangat sedikit
kekuasaan atas pajak, dan berarti Jerman akan membangkrutkan diri mereka
sendiri dalam perlombaan senjata. Dengan demikian, Moltke dari akhir 1912 dan
seterusnya adalah advokat terkemuka untuk perang besar, dan lebih cepat lebih
baik.
BAB II
PENYEBAB TERJADINYA PERANG
DUNIA I
1. Pertentangan antar negara-negara Eropa.
Khususnya Pertentangan
Inggris – Jerman terutama Masalah industri. Seperti diketahui bahwa Inggris
pada masa itu begitu menguasai bidang industri di kawasan itu,apalagi bila di
bandingkan dengan Jerman,Inggris lebih telah berada di depan Jerman. Karena
ingin menyaingi Inggris,Jerman lalu membuat produk yang mirip dengan produk
Inggris dan menjualnya di tempat Inggris menjual.Jerman menjual barang-barang
yang mirip dengan barang dari Inggris itu tentu dengan harga yang lebih
murah,hingga membuat Inggris merugi,saat itu masyarakat tidak tahu bahwa barang
yang ada di pasar adalah barang dari Jerman(tentunya pada saat itu masyarakat
akan memilih barang dari Inggris karena nama,mutu dan kwalitas).lalu Inggris
menarik semua barang mereka sendiri dari pasar dan melabelinya(di kasih tanda
bahwa itu barang dari inggris)lalu melemparkannya lagi ke pasar.di sini jerman
merugi,lalu Jerman menjual barang dengan harga lebih murah dari Inggris.dan
Inggris pun berbuat demikian.begitu seterusnya sehingga persaingan itu
menumbuhkan dendam yang kelak akan menambah warna perang Dunia 1.
2. Pertentangan Perancis – Jerman
Pertentangan ini diawalli
oleh Jerman yang tiba-tiba mengklaim daerah perbatasan Perancis (sungai Rhein)
sebagai miliknya. Perancis tidak tinggal diam,karena daerah tersebut merupakan
daerah industri.Sehingga pada tahun1870 terjadilah perang.
Namun tak disangka Jerman bisa menumbangkan Prancis di dalam perang ini yang notabene Prancis negara kuat pada masa itu. Lalu mereka membuat Perjanjian Perdamaian(tahun 1871) yang isinya :
Namun tak disangka Jerman bisa menumbangkan Prancis di dalam perang ini yang notabene Prancis negara kuat pada masa itu. Lalu mereka membuat Perjanjian Perdamaian(tahun 1871) yang isinya :
- Perancis harus
menyerahkan Elzas-Lotharigen.
- Perancis harus mengganti
kerugian perang.
Setelah perang usai Jerman
masih terus saja menekan prancis dengan cara memblokade negara- negara yang
ingin berjualan di Perancis,Jerman membeli barang-barangnya dengan harga yang
lebih tinggi dibanding Perancis.Hingga membuat Perancis semakin geram.Sehingga
melupakan sejenak masalahnya dengan Inggris dan mengajak kerja sama untuk
melawan Jerman.
3. Pertentangan Austria – Rusia.
Rusia pada waktu itu sedang
menjalankan politik warm water.dan Rusia menganggap bahwa Austria
menghambatnya,sedangkan Austria menganggap Rusia menghambatnya dalam
mempersatukan wilayah sekitar semenanjung Balkan yang dipimpin oleh
Rusia.Sehingga perangpun terjadi tanpa bisa di elakan lagi.
4. Persekutuan di Negara- negara
Eropa.
Pada masa itu(tahun
1880an)Politik di Eropa begitu bergejolak,yang menimbulkan rasa saling curiga
dan ketakutan yang berlebihan(takut di serang mendadak oleh musuh).Oleh karena
sebab- sebab ketakutan yang berlebihan itu maka Negara-negara di eropa terutama
negara-negara beepengaruh) saling mencari teman dan terbentuklah kubu-kubu atau
Aliansi diantara negara-negara eropa,diantaranya Aliansi triple (terbentuk
tahun 1882)yang beranggotakan Jerman,Italia, dan Austria. Kemudian Tripple
Etonte terbentuk tahun 1907 yang beranggotakan Inggris,Perancis dan Rusia.
Aliansi-aliansi itu terbentuk karna oleh rasa ketakutan dan ambisi untuk saling
menguasai,dan prinsip Aliansi itu sendiri Akan saling membantu dengan semua
anggota,bahkan bila satu negara berperang berarti itu peperangan semua anggota.
''Perang satu perang semua''.
5. pembunuhan putra mahkota Austria,
Franz Ferdinand.
Pada tanggal 28 Juni 1914
putra mahkota Austria Franz Ferdinand di bunuh oleh seorang mahasiswa Serbia
bernama Principe, saat melihat latihan perang di Serajevo,Bosnia. Principe
menganggap bahwa latihan perang tentara Austria di Bosnia adalah pelecehan
terhadap Serbia.Bosnia sendiri adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia.
Kemudian Austria memberi ultimatum Serbia jika Principe tidak diserahkan (ke
Austria) dalam waktu satu bulan,maka Austria akan menyerang Serbia. Serbia yang
melindungi warga negaranya,tidak mau menyerahkan Principe.Serbia berani
menentang Austria karena Rusia berjanji akan membantu Serbia jika Serbia
diserang Austria. Maka pada tanggal 28 Juli 1914 Austria menyerang Serbia.
Dunia pertama terjadi pada
28 Juli 1914 sampai 11 November 1918, Perang ini pada akhirnya diikuti oleh 4
(empat) Negara melawan kurang lebih 45 (empat puluh lima) Negara. Perang
terjadi di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Cina, Kepulauan Pasifik juga Amerika
Selatan.
Perang Dunia Pertama atau
dalam bahasa inggris disebut Great War, War of the Nations dan “War
to End All Wars”. Perang ini menjadi simbol pecahnya orde dunia lama, yaitu
monarki absolutisme di Eropa. Perang ini juga menjadi pemicu Revolusi Rusia,
yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan
Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.
Muncul Persekutuan
Negara-negara Eropa
A.
Triple Alliance 1882 [Jerman, Austria-Hungary, Italia]
Triple
Alliance adalah persahabatan militer antara Jerman,
Austria-Hungary dan Italia, Sejarah persahabatan ini mulai pertama kali sejak
Austria-Hungary mengalami krisis ketika menghadapi konflik Bosnia, pada saat
itu Bosnia telah dibantu oleh Serbia dan Rusia, maka Austria-Hungary meminta
dukungan dari Jerman yaitu pada tahun 1879.
Seperti Jerman, Italia
memiliki keinginan yang serupa dalam hal menjaga kestabilan nasional, tambah
lagi Italia sedang berselisih dengan Prancis memperebutkan Tunisia pada tahun
1881. Maka pada tahun 1882, Italia menjalin kerjasama antara dua Negara yakni,
Jerman dan Austria-Hungary. Ketiga Negara ini memiliki keinginan yang sama
untuk menjadi Great Power atau Adikuasa pada masa awal abad ke 20
nanti. Istilah yang diberikan kepada ketiga Negara ini adalah Central Power
atau Blok Sentral.
Pada awalnya Italia memihak
kepada Triple Alliance namun pada akhirnya Italia berbalik arah menyerang
Jerman dan Austria-Hungary. Faktanya Triple Alliance ini lebih didukung
oleh anggota baru mereka yakni Khilafah Islamiah Usmani Turki daripada
Italia sebagai Anggota aslinya. Alasan Beroindahnya Italia ini dikarenakan pada
awal berpecah Perang Italia menyatakan diri sebagai Negara yang netral, namun
lama-lama Italia merasa dirugikan Triple Alliance dan berpindahlah
Italia ke Triple Entente.
B.Triple
Entente [Perancis, Inggris, Russia]
Triple
Entente ( ” Entente ” — bahasa Perancis untuk
“persetujuan” ) nama ini adalah istilah yang diberikan untuk perserikatan
negara Inggris , Perancis , dan Rusia. Sejarah persahabatan ini mulai
terlihat jelas setelah ditandatangani Anglo-Russian Entente
atau Anglo-Russian Convention pada 31 Agustus 1907 di St .
Petersburg yang ditandatangani oleh Alexander Izvolsky , menteri luar
negeri kekaisaran Rusia , dan Sir Arthur Nicolson , duta besar
Inggris di rusia. Hasil dari Anglo-Russian Entente itu
menggambarkan masing-masing mereka diharuskan saling memperbaiki hubungan
diplomatik, memperbesar kekuasaan dan memiliki pola pengaruh tersendiri di Iran
, Afghanistan dan Tibet. Iran pada saat itu misalnya dibagi ke
dalam tiga daerah : daerah Inggris di selatan , daerah Rusia di utara , dan
daerah netral sebagai penyangga di diantaranya. Persetujuan ini menjadi
simpul kuat antara Inggris, Rusai dan Prancis yang sebenarnya pada tahun-tahun
kebelakang telah memiliki kedekatan.
Sebelum Anglo-Russian
Entente telah terjadi Entente Cordiale (8 April 1904) diantara
Inggris dan Prancis yang dilatarbelakangi kehendak memperlancar
Imperialisme, ketakuatan akan perang dan ketakutan akan ekspansi Jerman. Entente
Cordiale ( ” Cordiale ” — bahasa Perancis untuk “ramah tamah” )
berlangsung secara rahasia di kota London dengan ditandatangani oleh Menteri
Luar Negeri Prancis, Théophile Delcassé, Duta Besar Negara Prancis untuk
Inggris, Paul Cambon dan Sekretaris Hubungan Luar Negeri Inggris, Lord
Lansdowne.
Begitu juga sebelum Anglo-Russian
Entente telah terjadi Franco-Russian Alliance (4 Januari 1892) yaitu
persetujuan persahabatan militer antara Prancis dan Rusia , bukti dari
persetujuan ini masih dapat kita lihat di kota Paris, yaitu berupa patung Pont
Alexandre III di Paris dan the Trinity Bridge di St.
Petersburg, Rusia. Dari persekutuan dan persetujuan yang tiga inilah maka pada
puncaknya berdiri persekutuan yang sangat erat antara Inggris, Prancis dan
Rusia, yang kita kenal Blok Sekutu.
3.
Pengaruh Darwinisme Sosial
George Wilhelm Friedrich
Hegel (27 Agustus 1770-14 November 1831) adalah seorang filsuf idealis Jerman
yang lahir di Stuttgart, Württemberg. Pengaruhnya sangat luas terhadap para
penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. Bradley, Sartre,
Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx) dan mereka yang menentangnya
(Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling). Dapat dikatakan
bahwa dialah yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa
Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia
perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan
pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (filsafat
dialektika tuan-hamba).
Pemikiran utama Hegel
adalah Negara merupakan penjelmaan “Roh Absolut” (Great Spirit atau Absolute
Idea). Negara bersifat absolute melampaui hak individu, berbeda dengan J.J
Roaseau dan John Locke, Hegel berpendapat Negara bukan sebagai alat kekuasaan
melainkan tujuan itu sendiri. Karena itu dalam pribadi Hegel bukan Negara yang
harus mengabdi terhadap Rakyat namun sebaliknya lah yang seharusnya demi
kebaikan Negara dan rakyat itu sendiri.
Dari pemikiran Hegel inilah
mulai muncul Ludwig Feurbach (1804-1872), Karl Marx (1818-1883) dan Soren Kierkegand
(1813-1855), meskipun terdapat perbedaan namun semuanya masih searah dengan
Hegel dan memiliki keyakinan hanya Fenomena alamlah yang berada. Fenomena
selalu dapat dilihat dan dirasa, manusia adalah makhluk alamiah yang didorong
nafsu alamiah. Yang terpenting dari manusia bukan akalnya tapi usaha, sebab
pengetahuan adalah alat untuk keberhasilan usaha. Kebahagiaan manusia dapat
dicapai di Dunia ini, oleh karena itu agama dan metafisika harus ditolak.
Meskipun ide Hegel yang dikenal Idealisme dan
ide Ludwig Feurbach, Karl Marx dan Soren Kirkegand yang dikenal Sosialisme dan
Materialisme berbeda prinsipnya namun pada dasarnya prinsip Negara dan
kebahagiaan serta metafisika memiliki aliran yang sama. Ide mereka ini dirubah
menjadi karya nyata yang sangat dikagumi pada masanya oleh Charles Robert
Darwin (12 Februari 1809-19 April 1882). Darwin adalah seorang naturalis
Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi
modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan
seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen
integral dari biologi (ilmu hayat).Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred
Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan
bersama tentang teori Darwin.
Bukunya On the Origin of
Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured
Races in the Struggle for Life (biasanya disingkat menjadi The Origin of
Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal sampai sekarang. Buku
ini menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan
ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam.
Darwin inilah yang
mencetuskan Darwinisme Sosial, Darwinisme Sosial ini banyak menginspirasi para
pemimpin di Eropa agar tidak ragu mengganggap benar teori Hegel ide-ide
Sosialisme dan Materialisme. Bukti mengenai hal ini dapat ditemukan dari
catatan harian para pemimpin dalam Perang Dunia Pertama.
4.
Krisis Juli 1914
Diduga yang menjadi sebab Perang Dunia
pertama juga adalah krisis yang memuncak di bulan Juli, krisis ini diawali
dengan macetnya rempah-rempah khusunya sepinya tembakau yang beredar di kota
Bremen dan kota Hamsburg Jerman. Konon tembakau yang menjadi sumber utama
krisis ekonomi ini dikarenakan macetnya panen tembakau di daerah Indonesia.
BAB
III
Jalannya
Peperangan
BAB
IV
Berakhirnya
Perang dunia 1
Sejarah Berakhirnya Perang Dunia Ke I
Pada tahun 1917 Rusia
menghentikan peperangan karena Lenin mengobarkan revolusi di dalam negeri. Lenin
kemudian berdamai dengan jerman dengan menanda tangani perdamaian brest litwork
mekipun dengan persyaratan yang berat bagi Rusia.
Menjelang berakhirnya
perang Dunia I, banyakk kalangan di jerman yang merasa tidak puas karena sudah
ada tanda – tanda bahwa negaranya akan kalah,. Sementara itu di jerman meletus
pula pemberontakan para pelaut di Kiel. Pangeran Von Max pemimpin kabinet
koalisi, berusaha supaya jerman menjadi kerajaan terbatas bukan absolut. Akan
tetapi hal ini tidak memebuat Sekutu menghentikan peprangan karena amerika
menghendaki jerman menjadi negara yang demokratis.
Bulgaria menyerah pada
tanggal 25 september 1918, turki 30 Oktober 1918, dan austria menyerah pada
tanggal 27 oktober 1918. jerman yang tinggal sendirian akhirnya menyerah pada
tanggal 11 november 1918. raja Wilhelm melarikan diri ke belanda yang bersikap
netral pada PD I. Di jerman kemudian di bentuk pemerintahan sementara berbentuk
republik Kesatuan di bawah presiden fredrich Ebert dan Perdana mentri
Scheidmann dari partai Sosialisasi Demokrat. Setelah keadaan kembali aman
majelis Nasional berkumpul di weimer untuk menyususn UUD, sehingga terbentuklah
Republik Weimar.
Negara – negara yang
bergabung dalam Triple Alliance sebagai pihak yang kalah perang dipaksa untuk
menanda tangani perjanjian tanpa perundinagan terlebih dahulu, yaitu sebagai
berikut:
1. jerman menandatagani
perjanjian versaille atau terkenal dengan Diktat versalle pada tahun 1919.
2. Austria menandatagani pardamaian
Saint Germain (1919)
3. Bulgaria menadatagani
Perjanjian Neuilly.
4. Turki menandatagani
Perjanjian Sevres (1920).
BAB V
Akibat Perang Dunia I
Bidang Ekonomi :
perekonomian dunia kacau, banyak negara yang mengubah sistem perekonomiannya
untuk mengatasi kesulitan, seperti :
- Italia dengan sistem
Korporasi
- Jerman dengan program
empat tahun
- Amerika Serikat dengan
program New Deal
- Turki dengan Etatisme
Bidang Politik :
terjadi perubahan-perubahan peta politik dunia :
- Kerajaaan-kerajaan besar
berubah menjadi republik yang sempit. (Rusia, Austria, Turki, Hongaria, dan
Jerman)
- Muncul negara-negara baru
(Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Mesir, Irak, Libanon)
- Negara-negara pemenang
perang memperoleh tambahan wilayah :
* Inggris mendapat Israel
dan Kamerun
* Perancis mendapat Syria
dan Libanon
* Jepang mendapat kepulauan
Carolina dan Mariana
* Lahirnya faham-faham baru
(Naziisme, Fasisme, dan Komunisme)
Bidang Sosial :
kaum buruh mempunyai kedudukan yang penting karena dibutuhkannya produksi
alat-alat perang. Posisi mereka menjadi kuat sehingga memperoleh jaminan hidup
yang lebih baik. Emansipasi wanita semakin kuat, mereka aktif memberikan
bantuan, kususnya dibidang kesehatan.
Akibat perang dunia terbagi dalam
beberapa bidang, yaitu:
1. Dalam Bidang Politik
- Tenggelamnya 4 kekaisaran besar di
Eropa menjadi negara-negara replubik, yaitu Jerman, Austria-Hongaria, Rusia,
dan Turki
- Lahirnya negara-negara baru, seperti
Polandia, Finlandia, Hongaria, Cekoslovia, Yugoslavia, dan Rumania
- Lahirnya Liga Bangsa-Bangsa (atau
disebut juga LBB) yang diprakasai oleh Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson
2. Dalam Bidang Ekonomi
- Hancurnya sarana fisik dan nonfisik
- Hancurnya pusat-pusat industri di
Eropa
- Rusaknya daerah pertanian yang
mengakibatkan timbul kelaparan yang hebat di Rusia
- Terjadinya krisis Malaise pada tahun
1929, yakni krisis ekonomi dunia yang diawali hancurnya sektor-sektor ekonomi
Amerika Serikat
3. Dalam Bidang Sosial
- Perang Dunia I yang berlangsung
selama 4 tahun, telah menelan banyak korban, baik yang tewas, luka-luka,
ditahan, bahkan hilang
- Negara-negara Eropa banyak
kehilangan pemuda
- Peranan perempuan meningkat
menggantikan generasi muda yang gugur dalam perang
PENUTUP
Demikianlah tugas sejarah dengan tema perang dunia
1 telah kami selesaikan dengan baik semoga tugas ini dapat bermanfaat yang
khususnya bagi kami penyusun dan yang umumnya bagi teman-teman semua.
Dan terima kasih kepada Ibu Diyah saptorini yang telah memberi tugas ini, sehingga kami
bisa lebih paham akan tentang perang dunia 1 yang telah diajarkan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih
kurang dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati para
pembaca untuk memberikan saran atau kritik yang membangun demi perbaikan. Untuk
itu kami ucapkan terima kasih.
Penulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar