Powered By Blogger

Rabu, 24 September 2014

Makalah ekonomi hambatan dan faktor faktor yang mempengaruhi kerjasama ekonomi internasional



MAKALAH EKONOMI
“Hambatan dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional”

MAKALAH EKONOMI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
 Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( Ekonomi )


Oleh :
Frisca Putikasari (17/IXH)
                                                                   
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SRAGEN
SMP NEGERI 1 MASARAN
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR
          Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, berkah, dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Hambatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional”.
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas akhir semester genap yang diberikan oleh Ibu Hj. Sukini, S.Pd sebagai guru mata pelajaran IPS ( Ekonomi ) kelas 9H.
            Saya menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan dalam kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.


Penulis










DAFTAR ISI
1.      Halaman Judul …………………………………………………………………………1
2.      Kata Pengantar …………………………………………………………………………2
3.      Daftar Isi ...………………………………………………………………………………3
4.      Hambatan yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional …………………..4
5.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional
a)      Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan ………………………….……7
b)      Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan…………………………….…..8
6.      Penutup ………………………………………………………………………………...10





















A.   Hambatan Kerjasama yang Mempengaruhi Ekonomi  Internasional
Dalam kerjasama ekonomi  internasional sering dijumpai hambatan atau rintangan yang pada dasarnya merugikan suatu negara. Hambatan tersebut berupa : 

1.    Kebijakan proteksi
Kebijakan proteksi adalah tindakan pemerintah yang membatasi masuknya barang impor ke dalam negeri. Kebijakan ini dilakukan untuk melindungi (protection) industri dalam negeri dari kemungkinan bangkrut sebagai akibat serbuan pasar barang sejenis dari luar negeri.

2.    Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
3.  Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Ø  Dampak kebijakan kuota bagi negara importer :
a)      Harga barang melambung tinggi,
b)      Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c)      Meningktanya produksi di dalam negeri.
Ø  Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir :
a)      Harga barang turun,
b)      Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c)      Produksi di dalam negeri berkurang.

4.    Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional.
Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
Adapun beberapa motif dari Dumping, yaitu antara lain :
­  Barang-barang yang diminati oleh negara asal, supaya dapat terjual di luar negeri.
­  Memperkenalkan suatu produk dalam negeri ke negara lain.
­  Berebut pasar luar negeri.

5.    Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kearah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.

6.    Exchage  Control
Biasanya, negara – negara yang menggunakan kontrol devisa adalah mereka yang ekonomi lemah. Kontrol ini memungkinkan negara – negara yang ekonominya lebih stabil membatasi jumlah volatilitas nilai tukar mata uang yang masuk / keluar.

7.    State Trading Operasion
State Trading Operasion adalah pemerintah dalam perdagangan melakukan kegiatan ekspor.

8.    Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.









B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerjasama Ekonomi Internasional
Setiap kerjasama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antar Negara, yaitu :
1.    Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan                                                     Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerjasama antar Negara :
a.       Perbedaan sumber daya alam
Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya, Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.
b.       Perbedaan iklim dan kesuburan tanah
Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.
c.       Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerjasama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.
d.       Perbedaan ideologi
Perbedaan ideologi antar suatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antar negara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerjasama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerjasama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan.
e.       Perbedaan faktor produksi
Adanya perbedaan faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara, misal nya, Indonesia memiliki banyak sumber minyak bumi tapi memerlukan tenaga ahli yang handal untuk mengambilnya.
f.        Perbedaan sosial budaya
g.       Perbedaan selera masyarakat

 II.   Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan
Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarnegara :
a)      Kesamaan sumber daya alam
Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Misalnya beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).
b)      Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis)
Negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara anggotanya. Misalnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.
c)      Kesamaan ideologi
Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negara-negara di Atlantik Utara yang berideologi liberal. Selain itu, negara-negara yang tidak memihak pada blok Barat ataupun blok Timur membentuk kerja sama dalam organisasi Nonblok.
d)      Kesamaan agama
Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi Konferensi Islam), yaitu kelompok organisasi negara-negara Islam. Mereka bergabung dalam OKI sebagai respon atas peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.
e)      Kesamaan selera terhadap suatu barang













PENUTUP
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penyusunan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.


Penulis

1 komentar:

  1. King Casino Login | All your games online and - Community Khabar
    Login King Casino, Play, and Win! Login King Casino, Play. Login King Casino, Play. Login King Casino, Play. gri-go.com Login King Casino, 출장샵 Play. Login King communitykhabar Casino, https://febcasino.com/review/merit-casino/ Play. www.jtmhub.com Login King Casino,

    BalasHapus