Powered By Blogger

Kamis, 25 September 2014

puisi cinta terbaru "kepedihanku" : galau




KEPEDIHANKU
Disini ku termenung sendiri
Ku meratapi kesedihanku
Rinduku kepadamu seakan tak pernah hilang
Berlinang air mataku saat  kau akan pergi meninggalkanku

                                                Ku ingin mengulangi masa-masa indah yang telah kita lewati
                                                Tapi itulah hanya bayangan yang tak mungkin terjadi
Aku sangat berharap kau akan kembali kepadaku
Dan aku berjanji akan menyayangimu dengan setulus hatiku

Aku hanya ingin kamu menghargai perasaanku
Aku memang hanya manusia biasa yang tak sempurna
Maafkan aku jika aku tak bisa membuatmu bahagia

                                                Ku terpaku dan membisu tak dapat berkata satu katapun
                                                Dan Aku hanya bisa diam menangis dan bertanya-tanya dalam hati
“apa salahku, hingga kamu  pergi meninggalkanku????”
                                 
Aku tidak boleh putus asa begitu saja
Dan seharusnya aku bisa lebih berfikir secara jernih
Tentang masa depanku yang sebenarnya indah

                                                 YA ALLAH ….
Aku hanya bisa pasrah kepada-Mu
Berat rasanya untuk melepasnya
Berikanlah jalan yang terbaik buat aku dan dia

Ku harap suatu saat kamu akan menyadari betapa aku menyayangimu
“ I ALWAYS LOVE YOU”

KARYA : Frisca putikasari,VIII H SMPN 1 MASARAN

unsur intrinsik novel siti nurbaya



Sinopsis Novel “Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)”
Karya : Marah Rusli
Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.

Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.

Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.

Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan.

Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Pada suatu hari ketika Samsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.

Mendengar itu, ayah Samsulbahri, yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri harus kembali ke Jakarta dan ia berjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya.

Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu dengan siasat dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.

Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.

Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.

Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat bertemu dengan orangtuanya.



Analisis Unsur Intrinsik Novel Siti Nurbaya
1.        Tokoh  dan Penokohan
1)      Samsul Bahri sebagai pelaku utama (Tokoh Protagonis) : anak Sultan Mahmud Syah (penghulu di Padang), wataknya: Orangnya pandai, tingkah lakuya sopan dan santun, halus budibahasanya, dapat dipercaya, gigih, penyayang, dan setiakawan.

2)      Siti Nurbaya sebagai pelaku utama (Tokoh Protagonis): anak Bginda Sulaeman (saudagar kaya di Padang), wataknya: Lemah lembut, penyayang, tutur bahasanya halus, sopan dan santun, baik hati, setia kawan, patuh terhadap orang tua.

3)      Datuk Maringgih sebagai pelaku utama (Tokoh Antagonis), laki-laki yang berwatak kikir, picik, penghasud, kejam, sombong, bengis, mata keranjang, penipu, dan selalu memaksakan kehendaknya sendiri.

4)      Sultan Mahmud Syah sebagai pelaku tambahan (Toloh Protagonis), Ayahnya Samsul Bahri yang berwatak: Bijaksana, sopan, ramah, adil, penyayang.

5)      Baiginda Sulaeman sebagai pelaku tambahan (Tokoh Protagonis), berwatak: Bijaksana,sopan, ramah, adil, penyayang.

2.        Tema
Novel “ Siti Nurbaya” ini bertemakan sosial, moral, dan egois. Tema yang terkandung dalam novel ini yaitu; “Satu percintaan antara dua remaja yang tidak dapat berakhir dengan pernikahan karena penghianatan seseorang yang hanya mementingkan kekayaan dunia dan hawa nafsu.
3.        Amanat
Amanat yang terkandung dalan novel “Siti Nurbaya” yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :
a)        Kita hendaknya jangan terlalu di kuasai oleh perasan dengan tidak mempergunakan pikiran yang sehat karena akan berakibat hilangnya keperibadian yang ada pada diri kita.
b)        Jika hendak memutuskan sesuatu hendaklah pikirkan masak-masak lebih dulu agar kelak tidak menyesal.
c)        Siapa yang berbuat jahat tentu akan mendapat balasan kelak sebagai akibat dari perbuatan itu.

4.        Latar atau Setting
Latar atau Seting ini terdiri atas dua bagian yaitu : latar waktu dan latar tempat. Latar tempat dalam novel “Siti Nirbaya” diantaranya: di sekolah, di kota Padang,di kota Jakarta, di Kebun Kelapa, di rumah, di halaman rumah, di kantor pos. Latar waktu: sekitar tahun 1920-an.
5.        Plot/Alur
Dari segi penysunan peristiwa atau bagian-bagian yang membentuk, cerita dari novel “Siti Nurbaya” menggunakan plot kronologis atau progresif, yang lebih dikenal dengan Alur Maju. Jadi cerita novel “Siti Nurbaya” ini ceritanya benar-benar dimulai dari eksposisi, komplikasi, klimaks, dan berakhir dengan pemecahan masalah. Pengarang menyajikan ceritanya secara terurut atau secara alamiah. Artinya urutan waktu yang urut dari peristiwa A,B,C,D dan seterusnya.

6.        Sudut Pandang
Sudut pandang yag digunakan oleh pengarang movel “Siti Nurbaya” ini yaitu sudut pandang diaan-mahatahu. Pengarang berada di luar cerita hanya menjadi seorang pengamat yang maha tahu dan bahkan mampu berdialog langsung dengan pembaca.

7.        Gaya Penulisan
Gaya penulisan yang di gunakan masih menggunakan gaya bahasa dan sastra lama yang menggunakan ejaan tempo dulu, sehingga mengharuskan adanya pemahaman yang lebih dalam agar makna dalam novel tersebut dapat dipahami.

8.        Nilai Moral
·      Bila asmara melanda jiwa seseorang maka luasnya samudra tak akan mampu menghalangi jalannya cinta. Demikianlah cinta yang murni tak akan padam sampai mati.
·      Demi orang-orang yang dicintainya seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Lebih-lebih pengorbanan tersebut demi orang tuanya.
·      Bagaimanapun juga praktek lintah darat merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan keluarga.
·      Menjadi orang tua hendaknya lebih bijaksana, tidak memutuskan suatu persoalan hanya untuk menutupi perasaan malu belaka sehingga mungkin berakibat penyesalan yang tak terhingga.
·      Dan kebenaran sesungguhnya di atas segala-galanya.
·      Akhir dari segala kehidupan adalah mati, tetapi mati jangan dijadikan akhir dari persoalan hidup.

Rabu, 24 September 2014

contoh surat pembaca



Kelasku Penuh Dengan Aroma

            Ibu Kantin yang terhormat, di kelas IX-H sering mencium aroma sedap maupun tak sedap dari kantin. Hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi siswa pada saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) berlangsung.
Saya mohon Ibu Kantin segera menindak lanjuti masalah ini.
Terima Kasih.

17/IX-H








Nasib Slogan-Slogan di Sekolahku

            Banyak slogan yang dipasang didinding-dinding sekolah, yang isinya mengajak semua warga sekolah untuk melakukan hal-hal positif. Tapi, Sayang, slogan tersebut tidak di pedulikan, fungsinya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya.
            Saya mohon agar semua warga sekolah menyadari bahwa sebuah slogan memiliki arti yang sangat penting, serta menerapkan slogan-slogan yang telah ada.

17/IX-H
             

makalah sejarah : perang dunia 1



PERANG DUNIA 1
Tugas Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Sejarah


Disusun Oleh :
1. Annisa Agustin       (005,IXH)
2. Dhini Melati Sari     (011,IXH)
3. Frisca Putikasari      (017,IXH)
4. Khoirunnisa            (020,IXH)
5. Septiana Eka S        (027,IXH)
6. Surya Pramudita     (029,IXH)

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 1 MASARAN
                                TAHUN PELAJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Hidayah-Nya yang telah memberikan kami akal sehat untuk membuat tugas IPS (Sejarah).
Tugas IPS (Sejarah) ini kami buat untuk melengkapi tugas-tugas kami khususnya di Bidang IPS.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru pembimbing yang telah mengajari kepada kami hal-hal yang tidak kami ketahui tentang IPS (Sejarah).Dan kami juga menyadari tugas IPS (Sejarah) ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna, oleh karena itu kami mohon kritik dan saran dari Bapak/Ibu Guru dan dari berbagai pihak. Agar bisa membuat tugas IPS (Sejarah) ini lebih bagus, kami berharap semoga tugas IPS (Sejarah) ini berguna terutama untuk Bidang IPS (Sejarah).






Penulis





KATA PERSEMBAHAN
Makalah ini kami Persembahkan untuk :
1.      Bapak H.Moch. Arifin S.Pd M.M selaku Kepala Sekolah SMPN 1 MASARAN
2.      Bapak Sumarjoko S.Pd selaku Wali kelas XIH
3.      Ibu Diyah Saptorini selaku guru Mata Pelajaran IPS (Sejarah)
4.      Bapak/Ibu guru serta karyawan SMPN 1 MASARAN
5.      Teman-Teman yang kami Sayangi
6.      Orang tua yang kami cintai dan kami sayangi
7.      Pembaca yang Budiman










DAFTAR ISI
1.      JUDUL…………………………………………………………………………………
2.      KATA PENGANTAR …………………………...……………………………………
3.      KATA PERSEMBAHAN……………………………………………………………...
4.      DAFTAR ISI……………………………………………………………………….......
5.      BAB I ( LATAR BELAKANG PD 1 )………………………………………………...
6.      BAB II ( PENYEBAB TERJADINYA PD 1 ) ………………………………………..
7.      BAB III ( JALANNYA PEPERANGAN PD 1 ) ……………………………………...
8.      BAB IV ( BERAKHIRNYA PD 1 )………………….……………………………......
9.      BAB V ( AKIBAT PD 1 ) …………………………………………………………….
10.  PENUTUP …………………………………………………………………………….











BAB I
Latar Belakang
            Perang Dunia 1 bermula di Eropa pada tahun 1914. Amerika Serikat pada mulanya tidak ikut serta dalam perang Dunia 1, meski merasa memiliki hak netral untuk tidak berpihak pada sisi manapun. Meskipun demikian, kedua blok dalam perang tersebut yakni Triple Entente (Blok Sekutu) dan Triple Aliansi (Blok AS) berusaha untuk mempengaruhi Amerika Serikat supaya masuk dalam Bloknya. Pada tanggal 4 Agustus 1914, ketika perang berkobar Presiden Wilson mengumumkan netralitas Amerika Serikat dalam perang itu. Sebagai Negara netral, Amerika Serikat mempunyai hak untuk bersikap yang secara historis dan meyakinkan berada di bawah naungan hukum internasional melalui kegiatan sebagai berikut :
1.      Amerika Serikat sebagai Negara netral dapat melakukan kegiatan menjual barang-barang senjata dan peralatan mesin perang yang lainnya dengan Negara yang sedang berperang. Sementara itu pihak Negara yang sedang berperang dapat menekan perdagangan ini dengan saling blockade untuk menghentikan iringan kapal yang membawa barang-barang tersebut, namun blockade harus efektif yakni dengan sejumlah kapal perang untuk patroli.
2.      Jika kapal dagang dari Negara netral atau musuh berlayar dan tertangkap, maka boleh dimiliki dan diambil alih dalam keadaan tertentu, namun tidak boleh ditenggelamkan sehingga membahayakan keamanan awak dan penumpangnya dibawah hukum itu dan kebijakan Amerika Serikat, hal ini menjadi tugas bagi Presiden Woodrow Wilson dalam perdagangan sebagai Negara netral.
3.      Dan dia  juga harus menghadapi keluhan tentang kekerasan terhadap Negara netral dari Negara-negara yang berperang.
            Pemicu Perang Dunia 1 terkait terbunuhnya seorang pewaris tahta Austria-Hongaria yang bernama Pangeran Franz Ferdinand oleh seorang mahasiswa Serbia bernama Gavrilo Princip pada 28 Juni 1914. Meskipun dipicu pembunuhan ini namun ada latar belakang yang lebih realistic mengenai sebab-sebab meletusnya Perang Dunia 1 yakni terkait dengan terbentuknya Aliansi dan counterbalances yang berkembang antara kekuasaan di Eropa selama abad ke-19, sejak kekalahan Napoleon Bonaparte di Waterloo tahun 1815 yang menyebabkan terjadinya “terangkatnya” kekuasaan Napoleon Bonaparte di Negara-negara Eropa yang pada gilirannya sebagai akibat langsung adanya Revolusi Perancis (1789) yang menggulinggkan Monarki Perancis.
Keadaan Ekonomi Amerika Serikat setelah perang Dunia 1
a) Krisis Ekonomi
            Ekonomi Amerika Serikat Pascaperang kembali tidak normal, akibatnya pekerja menjadi tidak puas dengan meningkatnya biaya hidup, jam kerja menjadi panjang, dan manajemen yang tidak punya rasa simpati. Tahun 1919, lebih dari 4 juta jiwa pekerja mengadakan aksi mogok. Pada tahun 1920 telah diadakan pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Partai Republik Warren G.Harding. kemudian pada waktu itu untuk menjaga kemakmuran yang ada dibuatlah kebijakan pemerintah yang sangat konservatif. Hal ini diyakini bahwa akan dapat membesarkan usaha swasta yang pada akhirnya mampu membesarkan usaha swasta dan meningkatkan kemakmuran. Ledakan ekonomi yang terjadi seusai Perang Dunia 1 berupa aliran keuangan yang hancur secara dramatis dan banyak negara meninggalkan sistem gold standard untuk menggantinya dengan sistem floating currencies.
            Pada tahun 1920-an, setelah perang usai, terdapat usaha untuk mengembalika sistem gold standards. Sistem ini mampu menciptakan kondisi yang sangat menguntungkan bagi dunia industry di Amerika. Sepanjang tahun 1920, usaha swasta menerima dorongan yang substansial, termasuk pinjaman pembangunan, kontrak perantara yang menguntungkan, dan tunjangan langsung lainnya. Begitu juga kebijakan partai Republik di bidang pertanian mendapatkan kecaman besar karena para petani hanya mendapatkan sedikit kemakmuran bagi pertanian dan naiknya harga hasil pertanian. Hal ini disebabkan adanya permintaan akan produk pertanian Amerika yang tak terduga pada masa perang. Kemakmuran ini mendorong kuat para petani untuk berproduksi.
             Tetapi pada akhir 1920, permintaan masa perang yang berhenti mendadak, harga hasil pokok pertanian merosot tajam, hilangnya pasar luar negeri. Dengan begitu petani Amerika sulit menjual produk mereka di tempat yang Amerika tidak melakukan pembelian barang karena kebijakan tarif impornya sendiri. Perlahan-lahan pintu pasar dunia tertutup. Ketika terjadi depresi hebat (1930-an), harga hasil pertanian yang sudah lemah menjadi hancur.
            Undang-undang pajak tahun 1922 dan 1930 menjadikan nilai pajak masuk ke angka tertinggi. Yang kedua dari undang-undang Smooth-Hawley tahun 1930, menetapkan pungutan yang tinggi sehingga lebih dari 1000 pakar ekonomi meminta Presiden Herbert Hoover memvetonya. Depresi ekonomi 1929 ini dipicu  oleh jatuhnya bursa saham NYSE pada bulan oktober 1929 akibat ledakan spekulatif yang disebut Economic buble (gelembung Ekonomi). Kenaikan harga saham mengakibatkan terjadinya penjualan saham secara besar-besaran yang menyebabkan pasar saham runtuh dan indeks harga saham turun drastis. Instabilitas akibat depresi ini menghancurkan kondisi perekonomian Amerikia Serikat. Bahkan pengangguran semakin meningkat akibat ketidakmampuan pasar menyerap tenaga kerja dan daya beli masyarakat semakin menurun.
            Keadaan Sosial Ekonomi Amerika Serikat PraKrisis 1929, mengalami stagnansi dunia industri pada akhir tahun 1925, Kelebihan produksi di industri automobil pada tahun 1928. Kemudiaan peningkatan tingkat suku bunga dari 4,06% per tahun menjadi 7,6% per tahun pada tahun 1927. Hal ini disebabkan besarnya angka pembelian secara kredit yang tidak dibayarkan secara lancar dan juga besarnya modal milik orang-orang Amerika yang diinvestasikan di luar negeri.
            Peningkatan pola konsumsi masyarakat tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan, sementara masyarakat semakin banyak membeli barang-barang sekunder dengan sistem kredit. Akibatnya, kelebihan produksi yang kemudian membuat banyak barang tidak laku di pasaran. Hingga perekonomian Amerika Serikat pun memburuk dan mencapai puncak  pada saat jatuhnya nilai saham di Wallstreet pada tahun 1929.
            Pemerintah Amerika turut andil menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi 1929. Salah satunya adalah kebijakan proteksionisme (kebijakan melakukan perlindungan terhadap barang-barang produksi dalam negeri). Dalam kebijakan tersebut diberlakukan pajak yang sangat tinggi atas barang-barang import. Hal ini menimbulkan reaksi dari negara-negara lain yang kemudian turut menaikkan pajak yang tinggi atas barang-barang hasil produksi Amerika.
Tepatnya pada hari Kamis, 24 Oktober 1929, nilai saham di Wall Street menurun drastis, yang mengakibatkan terjadinya “krach de Wall Street”. Pada hari tersebut, nilai saham di Wall Street sedang dalam keadaan yang tinggi sehingga banyak orang yang menjual sahamnya secara bersamaan. Terjadi 13 juta aksi penjualan saham secara bersamaan yang mengakibatkan jatuhnya harga saham.
            Krisis kelebihan produksi secara umum. Dalam bidang pertanian, krisis ini terlihat sebelum tahun 1929 dengan jatuhnya harga sejak tahun 1925-1926 di semua negara. Di bidang industri, krisis ini terjadi karena batas waktu pembayaran yang ditangguhkan pada tahun 1929 dengan alasan:
1. Bertumpu pada metode yang beraneka ragam yang dilakukan untuk menstimulasi konsumsi, terutama dengan penjualan kredit (Amerika Serikat).
2. Kebutuhan-kebutuhan yang dipenuhi masih tetap penting (kasus negara lain).  Namun suatu hari penawaran dari Amerika melebihi tingkat permintaan di wilayah Eropa padahal perekonomian Eropa sedang hancur karena perang.
            Dalam 18 bulan pertama 1929-1932, banyak bank kecil dan menengah yang bangkrut, sedangkan bank berskala besar tidak mengalami kebangkrutan. Politik moneter Amerika pada dasarnya membuat pertahanan akan mata uangnya sangat kuat dengan peredaran yang terbatas sehingga menghasilkan kestabilan harga, jumlah ekspor, dan lancarnya pengurasan cadangan emas dunia oleh AS. Pada tahun 1928, terjadi kekurangan kebutuhan atas mata uang sehingga masyarakat beralih ke kredit yang segera melampaui batas dan menimbulkan kejatuhan saham  dan 40 % nilai saham hilang. Bahkan setelah runtuhnya pasar saham, politikus dan pemimpin industry terus mengeluarkan prediksi optimis bagi perekonomian Negara. sampai tahun 1933 saham di Bursa Efek New York nilainya kurang dari 1/5 yang pernah tercapai pada puncaknya di tahun 1929. Akibatnya pabrik bangkrut bahkan tutup dan bank gagal berdiri sehingga menimbulkan pengangguran.
            Tahun 1930-an terjadi krisis keuangan yang memicu runtuhnya sistem pinjaman dan gold standard. Selanjutnya , AS menggantikan Inggris sebagai kreditor bagi perekonomian dunia, dan kala itu dolar AS menjadi mata uang ternkuat dan terpercaya di dunia internasional. Selanjutnya  Penggunaan teknologi modern dan juga dukungan pemerintah yang kuat di sektor tersebut, dan tatanan sosial dan ekonomi yang baik di masyarakat menjadi faktor pendukung kejayaan Amerika Serikat.
            Industri Amerika pun mengalami kemajuan yang pesat bahkan 44% produksi batu bara dunia dikuasai oleh Amerika Serikat. Dengan kemapanan ekonominya Amerika Serikat mampu memberikan bantuan ekonomi kepada Eropa untuk bangkit kembali dari keterpurukannya pasca perang. Gaya hidup masyarakat yang menggemari sistem kredit, menginvestasi uang mereka dengan membeli saham dan pola hidup konsumtif pun menunjukkan kemakmuran negaranya.
            Dapat dikatakan Depresi besar atau Great Depression merupakan suatu peristiwa kemerosoton atau depresi ekonomi terparah yang khususnya melanda Amerika, namun juga berpengaruh pada negara-negara lain di berbagai penjuru dunia. Peristiwa ini terjadi di tahun 1929 hingga awal 1940, yang mana disebabkan karena:
1.      Jatuhnya Bursa Saham (Stock Market Crash) di tahun 1929
                        Jatuhnya bursa saham pada bulan Oktober 1929 di Amerika atau yang lebih sering disebut  Black Tuesday disinyalir sebagai penyebab utama dari Great Depression. Peristiwa ini menyebabkan hampir seluruh pemegang saham mengalami kerugian yang ditaksir lebih dari empat milyar dolar Amerika. Pemerintah Amerika berusaha mengatasi dampak dari jatuhnya bursa saham dengan memaksa sebagian besar bank untuk tutup, akibatnya terjadi kepanikan yangefeknya tidak hanya dialami oleh penduduk Amerika melainkan sudah lintas negara. Kepanikanini membuat masyarakat yang khawatir simpanan mereka di bank hilang berbondong-bondong mendatangi bank yang masih buka untuk dapat menarik uang simpanan mereka. Hal ini secaracepat berimbas pada terjadinya kebankrutan di sejumlah bank, dan terjadinya Great Depression diakhir 1930 tidak dapat terelakkan lagi.
2.      Kegagalan bank (bank failures)
                        Sepanjang tahun 1930 setelah terjadinya stock market crash jumlah bank di Amerika danEropa yang lumpuh dan mengalami kebangkrutan semakin bertambah hingga mencapai 9000 bank. Pemerintah tidak lagi mampu memberikan jaminan terhadap simpanan yang terisisa,akibatnya bank dalam keadaan uninsured dan tidak lagi dapat memberikan pinjaman baginasabah. Keadaan ini semakin memperburuk situasi karena mayoritas masyarakat kehilangan uangnya, dan sehingga kesulitan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh negara melainkan sudah berdampak pada masyarakat luas.
3.      Menurunnya daya beli masyarakat (Reduction in Purchasing)
                        Adanya stock market crash dan hilangnya simpanan masyarakat di bank menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan bahkan masyarakat tidak mampu membeli barang. Inimenyebabkan perusahaan harus berhenti melakukan produksi, dan akibatnya para pekerja pundiberhentikan sehingga angka pengangguran ketika itu naik hingga 25%. Ini menyebabkan roda perekonomian tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan keadaan depresi ekonomi pun semakin parah.
b) Masa Presiden Franklin
            Franklin Delano Roosevelt adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-32 dan merupakan satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari tahun 1933 hingga 1945. Pada itu Amerika mengalami puncak masa depresi lebih dari 13 juta rakyat Amerika tidak mempunyai pekerjaan, dan susunan perbankan tidak beraturan. Franklin D. Roosevelt memberikan harapan kepada rakyat Amerika dan berjanji akan mengambil tindakan tegas dan cepat. Salah satu pernyataannya yang terkenal pada amanat pelantikannya kepada bangsa Amerika adalah kebijakan New Deal yaitu ”Satu-satunya yang kita perlu takutkan hanyalah rasa takut itu sendiri”.
            Dalam pergertian lain New Deal merupakan perkenalan jenis reformasi sosial dan ekonomi yang sudah kenal lama di Eropa lebih dari satu generasi dan lebih jauh lagi New Deal mewakili puncak kecenderungan jangka panjang untuk meninggalkan kapitalisme laissez-faire (perekonomian tanpa campur tangan pemerintah) dan menginginkan peraturan reformasi dari Negara bagian maupun nasional yang diperkenalkan pada era progresif pemerintahan Theodore Roosevelt dan Woodrow Wilson (1880).
            Dalam pelaksanaannya New Deal adalah cepatnya peraturan-peraturan itu dibuat. Sebelumnya, peraturan yang dibuat dapat memakan waktu sampai beberapa generasi, banyak perubahan aturan dibuat terburu-buru dan pelaksaaannya lemah akibatnya beberapa peraturan malah saling bertentangan. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terputus atau terhenti, namun setelah diterapkan program New Deal mulai membangkitkan kembali kepercayaan dan minat masyarakat Amerika terhadap pemerintah. Dalam seratus hari pertama pemerintahan FDR mengusulkan rencana besar-besaran untuk:
1.      Menghidupkan kembali kegiatan perusahaan dan pertanian. Dengan cara mendirikan lembaga-lembaga baru di pemerintahaan yang menyediakan fasilitas kredit ringan untuk industri dan pertanian.
2.      Memberi bantuan kepada para penganggur dan kepada mereka yang terancam akan kehilangan ladang dan tempat tinggalnya. (lapangan pekerjaan untuk para pengangguran).
3.      Memperbaiki sistem perbankan dan kredit. Dengan langkah bank-bank ditutup terlebih dahulu dan dibuka kembali apabila telah membayar utang. Pemerintah mengunakan kebijakan inflasi mata uang yang moderat untuk mengawali gerakan peningkatan harga komoditas dan untuk membayar cicilan kepada para debitur.
            Pasca pemerintahan Roosevelt masa seratus hari pertama memegang jabatan, ia telah menunjukkan diri sebagai pemimpin negara yang cakap. Ia memperoleh dukungan rakyat yang unik dalam sejarah Amerika dalam melancarkan sebuah program percobaan yang bertujuan mencapai apa yang disebut sebagi sistem yang bersifat lebih sosial dan lebih demokratis.
            Program itu dikenal dengan nama "New Deal”. Pada 1936 di tahun pemilihan Presiden, revolusi damai dalam bidang ekonomi dan sosial yang dilancarkan oleh Presiden Roosevelt telah berhasil membawa perbaikan dan pembangunan kembali sebagian Amerika. Oleh karena itu ia dipilih kembali sebagai Presiden Amerika dengan jumlah suara yang besar.
            Selama jabatannya yang kedua, dari 1937 sampai 1940 Presiden Roosevelt menghadapi banyak kesukaran. Ia berbeda pendapat dengan Mahkamah Agung Amerika, perekonomian Amerika menderita kemunduran dan pada September 1939, perang pecah di Eropa dengan penyerbuan Jerman ke Polandia. Melalui perundang-undangan, Presiden Roosevelt berusaha untuk menghindarkan Amerika dari peperangan, tetapi di samping itu ia juga memperkuat negara-negara yang terancam atau diserang. Ketika Jepang menyerang Pearl Harbor di Hawaii pada tanggal 8 Desember 1941, Presiden Roosevelt memimpin pengerahan tenaga rakyat serta sumber-sumber yang ada untuk menjalankan perang total. Sebelum Amerika Serikat, Churchill telah menyusun sebuah Deklarasi delapan pasal yang terkenal dengan nama Piagam Atlantik. Program ini dapat dikatakan sebagai program perdamaian antara lain:
1.      Hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.
2.      Jaminan perdamaian serta bebas dari kemelaratan dan ketakutan.
Dua di antara empat kebebasan yang dicantumkan Presiden Roosevelt dalam amanat tahunannya kepada Kongres pada Januari 1941 Kemudian adanya bentuk kebebasan itu antara lain :
·         Kebebasan untuk menyatakan pendapat.
·         Kebebasan untuk beragama.
·         Kebebasan dari kemelaratan
·         Kebebasan dari ketakutan.
Karena merasa bahwa perdamaian dunia di masa datang akan tergantung pada hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, Presiden Roosevelt banyak mencurahkan pikirannya untuk mendirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana kesulitan
Pada bulan November 1912, karena Rusia dipermalukan oleh ketidakmampuannya untuk mendukung Serbia selama krisis Bosnia pada 1908 dan Perang Balkan I, negara itu mengumumkan rekonstruksi militernya secara besar-besaran.
Pada tanggal 28 November, Menteri Luar Negeri Jerman, Gottlieb von Jagow mengatakan kepada Reichstag (parlemen Jerman), bahwa "Jika Austria dipaksa, untuk alasan apa pun, untuk memperjuangkan posisinya sebagai negara adidaya, maka kita harus mendampinginya." Akibatnya, Menteri Luar Negeri Inggris Sir Edward Grey menanggapi dengan memperingati Pangeran Karl Lichnowsky, Duta Besar Jerman di London, bahwa jika Jerman menawarkan Austria "cek kosong" untuk perang di Balkan, maka "konsekuensi dari kebijakan tersebut tak akan bisa dihitung." Untuk mempertegas peringatan ini, R.B. Haldane, Lord Chancellor, bertemu dengan Pangeran Lichnowsky untuk memberi peringatan eksplisit bahwa jika Jerman yang menyerang Perancis, Inggris akan mengintervensi untuk mendukung Perancis.
Dengan rekonstruksi militer Rusia dan komunikasi eksplisit dari Inggris, kemungkinan perang merupakan topik utama di Dewan Perang Kerajaan Jerman tanggal 8 Desember 1912 di Berlin, pertemuan informal dari beberapa pucuk pimpinan militer Jerman yang dipanggil dalam waktu singkat oleh Kaiser.[3] Yang menghadiri konferensi itu antara lain Kaiser Wilhelm II, Laksamana Alfred von Tirpitz, Sekretaris Angkatan Laut, Laksamana Georg Alexander von Müller, Ketua Kabinet Angkatan Laut Kekaisaran Jerman (Marinekabinett), Jenderal von Moltke, Kepala Staf Angkatan Darat , Laksamana August von Heeringen, Kepala Staf Umum Angkatan Laut dan Jenderal Moriz von Lyncker, Kepala Kabinet Militer Kerajaan Jerman. Kehadiran para pemimpin dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jerman di Dewan Perang membuktikan pentingnya pertemuan ini. Namun, Kanselir Theobald von Bethmann-Hollweg dan Jenderal Josias von Heeringen, Menteri Urusan Perang Prusia, tidak diundang.
Wilhelm II menyebut prinsip penyeimbangan kekuasaan Inggris sebagai sebuah "kebodohan," tapi setuju bahwa pernyataan Haldane adalah sebuah "klarifikasi yang diinginkan" dari kebijakan Inggris. Pendapatnya adalah bahwa Austria harus menyerang Serbia pada bulan Desember, dan jika "Rusia mendukung Serbia, yang ia jelas tidak ... maka perang akan dihindari untuk kita juga," dan itu akan lebih baik daripada pergi berperang setelah Rusia menyelesaikan modernisasi besar-besaran dan ekspansi militer mereka, yang baru saja dimulai. Moltke setuju. Dalam pendapat profesional militer "adalah perang dapat dihindari dan lebih cepat lebih baik". Moltke "ingin melancarkan serangan langsung".
Baik Wilhelm II maupun pimpinan Angkatan Darat setuju bahwa jika perang diperlukan, perang itu lebih baik dilancarkan segera. Laksamana Tirpitz, bagaimanapun, meminta "penundaan pertempuran besar untuk satu setengah tahun" karena Angkatan Laut Jerman tidak siap untuk perang besar, dimana Inggris termasuk sebagai lawan. Dia bersikeras bahwa penyelesaian pembangunan dasar U-boat di Heligoland dan pelebaran Terusan Kiel adalah prasyarat Angkatan Laut untuk perang. Sejarawan Inggris, John Röhl mencat, tanggal untuk penyelesaian pelebaran Terusan Kiel adalah musim panas 1914. Meskipun Moltke keberatan dengan penundaan perang, Wilhelm memihak Tirpitz. Moltke "setuju untuk penundaan dengan enggan."
Sejarawan lebih bersimpati kepada pemerintah Wilhelm II, sering menolak pentingnya Dewan Perang karena hanya menunjukkan pemikiran dan rekomendasi dari mereka yang hadir, tanpa keputusan yang diambil. Mereka sering mengutip bagian dari buku harian Laksamana Müller, yang menyatakan: "Itu adalah akhir dari konferensi Hasilnya tak ada.." Tentu saja keputusan yang diambil adalah tak melakukan apa-apa.
Sejarawan lebih simpatik terhadap Entente, seperti sejarawan Inggris, John Rohl, kadang-kadang agak ambisius menafsirkan kata-kata Laksamana Müller yang mengatakan bahwa "tidak ada" diputuskan untuk 1912-1913, tapi perang itu diputuskan selama musim panas 1914. Rohl berpendapat bahwa bahkan jika Dewan Perang tidak mencapai keputusan yang mengikat yang jelas tidak, itu tetap menawarkan pandangan yang jelas tentang niat mereka, atau setidaknya pikiran mereka, yang adalah bahwa jika harus ada perang, tentara Jerman ingin sebelum program persenjataan baru Rusia mulai menghasilkan sesuatu.
Pada November 1912, program restrukturisasi militer Rusia diumumkan, pimpinan Angkatan Darat Jerman mulai menyuarakan "perang pencegahan" melawan Rusia. Moltke menyatakan bahwa Jerman tidak bisa memenangkan perlombaan senjata dengan Perancis, Inggris dan Rusia, yang dia sendiri telah mulai pada tahun 1911, karena struktur keuangan dari negara, yang memberikan memberi pemerintahan Reich sangat sedikit kekuasaan atas pajak, dan berarti Jerman akan membangkrutkan diri mereka sendiri dalam perlombaan senjata. Dengan demikian, Moltke dari akhir 1912 dan seterusnya adalah advokat terkemuka untuk perang besar, dan lebih cepat lebih baik.











BAB II
PENYEBAB TERJADINYA PERANG DUNIA I
1. Pertentangan antar negara-negara Eropa.
Khususnya Pertentangan Inggris – Jerman terutama Masalah industri. Seperti diketahui bahwa Inggris pada masa itu begitu menguasai bidang industri di kawasan itu,apalagi bila di bandingkan dengan Jerman,Inggris lebih telah berada di depan Jerman. Karena ingin menyaingi Inggris,Jerman lalu membuat produk yang mirip dengan produk Inggris dan menjualnya di tempat Inggris menjual.Jerman menjual barang-barang yang mirip dengan barang dari Inggris itu tentu dengan harga yang lebih murah,hingga membuat Inggris merugi,saat itu masyarakat tidak tahu bahwa barang yang ada di pasar adalah barang dari Jerman(tentunya pada saat itu masyarakat akan memilih barang dari Inggris karena nama,mutu dan kwalitas).lalu Inggris menarik semua barang mereka sendiri dari pasar dan melabelinya(di kasih tanda bahwa itu barang dari inggris)lalu melemparkannya lagi ke pasar.di sini jerman merugi,lalu Jerman menjual barang dengan harga lebih murah dari Inggris.dan Inggris pun berbuat demikian.begitu seterusnya sehingga persaingan itu menumbuhkan dendam yang kelak akan menambah warna perang Dunia 1.
2. Pertentangan Perancis – Jerman
Pertentangan ini diawalli oleh Jerman yang tiba-tiba mengklaim daerah perbatasan Perancis (sungai Rhein) sebagai miliknya. Perancis tidak tinggal diam,karena daerah tersebut merupakan daerah industri.Sehingga pada tahun1870 terjadilah perang.
Namun tak disangka Jerman bisa menumbangkan Prancis di dalam perang ini yang notabene Prancis negara kuat pada masa itu. Lalu mereka membuat Perjanjian Perdamaian(tahun 1871) yang isinya :
- Perancis harus menyerahkan Elzas-Lotharigen.
- Perancis harus mengganti kerugian perang.
Setelah perang usai Jerman masih terus saja menekan prancis dengan cara memblokade negara- negara yang ingin berjualan di Perancis,Jerman membeli barang-barangnya dengan harga yang lebih tinggi dibanding Perancis.Hingga membuat Perancis semakin geram.Sehingga melupakan sejenak masalahnya dengan Inggris dan mengajak kerja sama untuk melawan Jerman.
3. Pertentangan Austria – Rusia.
Rusia pada waktu itu sedang menjalankan politik warm water.dan Rusia menganggap bahwa Austria menghambatnya,sedangkan Austria menganggap Rusia menghambatnya dalam mempersatukan wilayah sekitar semenanjung Balkan yang dipimpin oleh Rusia.Sehingga perangpun terjadi tanpa bisa di elakan lagi.
4. Persekutuan di Negara- negara Eropa.
Pada masa itu(tahun 1880an)Politik di Eropa begitu bergejolak,yang menimbulkan rasa saling curiga dan ketakutan yang berlebihan(takut di serang mendadak oleh musuh).Oleh karena sebab- sebab ketakutan yang berlebihan itu maka Negara-negara di eropa terutama negara-negara beepengaruh) saling mencari teman dan terbentuklah kubu-kubu atau Aliansi diantara negara-negara eropa,diantaranya Aliansi triple (terbentuk tahun 1882)yang beranggotakan Jerman,Italia, dan Austria. Kemudian Tripple Etonte terbentuk tahun 1907 yang beranggotakan Inggris,Perancis dan Rusia. Aliansi-aliansi itu terbentuk karna oleh rasa ketakutan dan ambisi untuk saling menguasai,dan prinsip Aliansi itu sendiri Akan saling membantu dengan semua anggota,bahkan bila satu negara berperang berarti itu peperangan semua anggota. ''Perang satu perang semua''.
5. pembunuhan putra mahkota Austria, Franz Ferdinand.
Pada tanggal 28 Juni 1914 putra mahkota Austria Franz Ferdinand di bunuh oleh seorang mahasiswa Serbia bernama Principe, saat melihat latihan perang di Serajevo,Bosnia. Principe menganggap bahwa latihan perang tentara Austria di Bosnia adalah pelecehan terhadap Serbia.Bosnia sendiri adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia. Kemudian Austria memberi ultimatum Serbia jika Principe tidak diserahkan (ke Austria) dalam waktu satu bulan,maka Austria akan menyerang Serbia. Serbia yang melindungi warga negaranya,tidak mau menyerahkan Principe.Serbia berani menentang Austria karena Rusia berjanji akan membantu Serbia jika Serbia diserang Austria. Maka pada tanggal 28 Juli 1914 Austria menyerang Serbia.
Dunia pertama terjadi pada 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918, Perang ini pada akhirnya diikuti oleh 4 (empat) Negara melawan kurang lebih 45 (empat puluh lima) Negara. Perang terjadi di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Cina, Kepulauan Pasifik juga Amerika Selatan.
Perang Dunia Pertama atau dalam bahasa inggris disebut Great War, War of the Nations dan “War to End All Wars”. Perang ini menjadi simbol pecahnya orde dunia lama, yaitu monarki absolutisme di Eropa. Perang ini juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.

Muncul Persekutuan Negara-negara Eropa
     A. Triple Alliance 1882 [Jerman, Austria-Hungary, Italia]
Triple Alliance adalah persahabatan militer antara Jerman, Austria-Hungary dan Italia, Sejarah persahabatan ini mulai pertama kali sejak Austria-Hungary mengalami krisis ketika menghadapi konflik Bosnia, pada saat itu Bosnia telah dibantu oleh Serbia dan Rusia, maka Austria-Hungary meminta dukungan dari Jerman yaitu pada tahun 1879.
Seperti Jerman, Italia memiliki keinginan yang serupa dalam hal menjaga kestabilan nasional, tambah lagi Italia sedang berselisih dengan Prancis memperebutkan Tunisia pada tahun 1881. Maka pada tahun 1882, Italia menjalin kerjasama antara dua Negara yakni, Jerman dan Austria-Hungary. Ketiga Negara ini memiliki keinginan yang sama untuk menjadi Great Power atau Adikuasa pada masa awal  abad ke 20 nanti. Istilah yang diberikan kepada ketiga Negara ini adalah Central Power atau Blok Sentral.
Pada awalnya Italia memihak kepada Triple Alliance namun pada akhirnya Italia berbalik arah menyerang Jerman dan Austria-Hungary. Faktanya Triple Alliance ini lebih didukung oleh anggota baru mereka yakni  Khilafah Islamiah Usmani Turki daripada Italia sebagai Anggota aslinya. Alasan Beroindahnya Italia ini dikarenakan pada awal berpecah Perang Italia menyatakan diri sebagai Negara yang netral, namun lama-lama Italia merasa dirugikan Triple Alliance dan berpindahlah Italia ke Triple Entente.

B.Triple Entente [Perancis, Inggris, Russia]
Triple Entente ( ” Entente ” — bahasa Perancis untuk “persetujuan” ) nama ini adalah istilah yang diberikan untuk perserikatan negara Inggris , Perancis , dan Rusia.  Sejarah persahabatan ini mulai terlihat jelas setelah ditandatangani  Anglo-Russian Entente  atau Anglo-Russian Convention pada 31 Agustus  1907 di St . Petersburg yang ditandatangani oleh Alexander Izvolsky , menteri luar negeri kekaisaran  Rusia , dan Sir Arthur Nicolson , duta besar Inggris di rusia.  Hasil dari Anglo-Russian Entente  itu menggambarkan masing-masing mereka diharuskan saling memperbaiki hubungan diplomatik, memperbesar kekuasaan dan memiliki pola pengaruh tersendiri di Iran , Afghanistan  dan  Tibet. Iran pada saat itu misalnya dibagi ke dalam tiga daerah : daerah Inggris di selatan , daerah Rusia di utara , dan daerah netral sebagai penyangga di diantaranya.  Persetujuan ini menjadi simpul kuat antara Inggris, Rusai dan Prancis yang sebenarnya pada tahun-tahun kebelakang telah memiliki kedekatan.
Sebelum Anglo-Russian Entente  telah terjadi Entente Cordiale (8 April 1904) diantara Inggris dan Prancis yang dilatarbelakangi  kehendak memperlancar Imperialisme, ketakuatan akan perang  dan ketakutan akan ekspansi Jerman. Entente Cordiale ( ” Cordiale ” — bahasa Perancis untuk “ramah tamah” ) berlangsung secara rahasia di kota London dengan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Théophile Delcassé, Duta Besar Negara Prancis untuk Inggris, Paul Cambon dan  Sekretaris Hubungan Luar Negeri Inggris, Lord Lansdowne.
Begitu juga sebelum Anglo-Russian Entente telah terjadi Franco-Russian Alliance (4 Januari 1892) yaitu persetujuan persahabatan militer antara Prancis dan Rusia , bukti dari persetujuan ini masih dapat kita lihat di kota Paris, yaitu berupa patung Pont Alexandre III di Paris dan the Trinity Bridge di  St. Petersburg, Rusia. Dari persekutuan dan persetujuan yang tiga inilah maka pada puncaknya berdiri persekutuan yang sangat erat antara Inggris, Prancis dan Rusia, yang kita kenal Blok Sekutu.

3.    Pengaruh Darwinisme Sosial
George Wilhelm Friedrich Hegel (27 Agustus 1770-14 November 1831) adalah seorang filsuf idealis Jerman yang lahir di Stuttgart, Württemberg. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. Bradley, Sartre, Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx) dan mereka yang menentangnya (Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling). Dapat dikatakan bahwa dialah yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (filsafat dialektika tuan-hamba).
Pemikiran utama Hegel adalah Negara merupakan penjelmaan “Roh Absolut” (Great Spirit atau Absolute Idea). Negara bersifat absolute melampaui hak individu, berbeda dengan J.J Roaseau dan John Locke, Hegel berpendapat Negara bukan sebagai alat kekuasaan melainkan tujuan itu sendiri. Karena itu dalam pribadi Hegel bukan Negara yang harus mengabdi terhadap Rakyat namun sebaliknya lah yang seharusnya demi kebaikan Negara dan rakyat itu sendiri.
Dari pemikiran Hegel inilah mulai muncul Ludwig Feurbach (1804-1872), Karl Marx (1818-1883) dan Soren Kierkegand (1813-1855), meskipun terdapat perbedaan namun semuanya masih searah dengan Hegel dan memiliki keyakinan hanya Fenomena alamlah yang berada. Fenomena selalu dapat dilihat dan dirasa, manusia adalah makhluk alamiah yang didorong nafsu alamiah. Yang terpenting dari manusia bukan akalnya tapi usaha, sebab pengetahuan adalah alat untuk keberhasilan usaha. Kebahagiaan manusia dapat dicapai di Dunia ini, oleh karena itu agama dan metafisika harus ditolak.
Meskipun ide Hegel yang dikenal Idealisme dan ide Ludwig Feurbach, Karl Marx dan Soren Kirkegand yang dikenal Sosialisme dan Materialisme berbeda prinsipnya namun pada dasarnya prinsip Negara dan kebahagiaan serta metafisika memiliki aliran yang sama. Ide mereka ini dirubah menjadi karya nyata yang sangat dikagumi pada masanya oleh Charles Robert Darwin (12 Februari 1809-19 April 1882). Darwin adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin.
Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (biasanya disingkat menjadi The Origin of Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal sampai sekarang. Buku ini menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam.
Darwin inilah yang mencetuskan Darwinisme Sosial, Darwinisme Sosial ini banyak menginspirasi para pemimpin di Eropa agar tidak ragu mengganggap benar teori Hegel ide-ide Sosialisme dan Materialisme. Bukti mengenai hal ini dapat ditemukan dari catatan harian para pemimpin dalam Perang Dunia Pertama.

4.    Krisis Juli 1914
Diduga yang menjadi sebab Perang Dunia pertama juga adalah krisis yang memuncak di bulan Juli, krisis ini diawali dengan macetnya rempah-rempah khusunya sepinya tembakau yang beredar di kota Bremen dan kota Hamsburg Jerman. Konon tembakau yang menjadi sumber utama krisis ekonomi ini dikarenakan macetnya panen tembakau di daerah Indonesia.
BAB III
Jalannya Peperangan

















BAB IV
Berakhirnya Perang dunia 1

Sejarah Berakhirnya Perang Dunia Ke I

Pada tahun 1917 Rusia menghentikan peperangan karena Lenin mengobarkan revolusi di dalam negeri. Lenin kemudian berdamai dengan jerman dengan menanda tangani perdamaian brest litwork mekipun dengan persyaratan yang berat bagi Rusia.
Menjelang berakhirnya perang Dunia I, banyakk kalangan di jerman yang merasa tidak puas karena sudah ada tanda – tanda bahwa negaranya akan kalah,. Sementara itu di jerman meletus pula pemberontakan para pelaut di Kiel. Pangeran Von Max pemimpin kabinet koalisi, berusaha supaya jerman menjadi kerajaan terbatas bukan absolut. Akan tetapi hal ini tidak memebuat Sekutu menghentikan peprangan karena amerika menghendaki jerman menjadi negara yang demokratis.
Bulgaria menyerah pada tanggal 25 september 1918, turki 30 Oktober 1918, dan austria menyerah pada tanggal 27 oktober 1918. jerman yang tinggal sendirian akhirnya menyerah pada tanggal 11 november 1918. raja Wilhelm melarikan diri ke belanda yang bersikap netral pada PD I. Di jerman kemudian di bentuk pemerintahan sementara berbentuk republik Kesatuan di bawah presiden fredrich Ebert dan Perdana mentri Scheidmann dari partai Sosialisasi Demokrat. Setelah keadaan kembali aman majelis Nasional berkumpul di weimer untuk menyususn UUD, sehingga terbentuklah Republik Weimar.
Negara – negara yang bergabung dalam Triple Alliance sebagai pihak yang kalah perang dipaksa untuk menanda tangani perjanjian tanpa perundinagan terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut:
1. jerman menandatagani perjanjian versaille atau terkenal dengan Diktat versalle pada tahun 1919.
2. Austria menandatagani pardamaian Saint Germain (1919)
3. Bulgaria menadatagani Perjanjian Neuilly.
4. Turki menandatagani Perjanjian Sevres (1920).












BAB V
Akibat Perang Dunia I
Bidang Ekonomi : perekonomian dunia kacau, banyak negara yang mengubah sistem perekonomiannya untuk mengatasi kesulitan, seperti :
- Italia dengan sistem Korporasi
- Jerman dengan program empat tahun
- Amerika Serikat dengan program New Deal
- Turki dengan Etatisme
Bidang Politik : terjadi perubahan-perubahan peta politik dunia :
- Kerajaaan-kerajaan besar berubah menjadi republik yang sempit. (Rusia, Austria, Turki, Hongaria, dan Jerman)
- Muncul negara-negara baru (Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Mesir, Irak, Libanon)
- Negara-negara pemenang perang memperoleh tambahan wilayah :
* Inggris mendapat Israel dan Kamerun
* Perancis mendapat Syria dan Libanon
* Jepang mendapat kepulauan Carolina dan Mariana
* Lahirnya faham-faham baru (Naziisme, Fasisme, dan Komunisme)
Bidang Sosial : kaum buruh mempunyai kedudukan yang penting karena dibutuhkannya produksi alat-alat perang. Posisi mereka menjadi kuat sehingga memperoleh jaminan hidup yang lebih baik. Emansipasi wanita semakin kuat, mereka aktif memberikan bantuan, kususnya dibidang kesehatan.
Akibat perang dunia terbagi dalam beberapa bidang, yaitu:
1. Dalam Bidang Politik
- Tenggelamnya 4 kekaisaran besar di Eropa menjadi negara-negara replubik, yaitu Jerman, Austria-Hongaria, Rusia, dan Turki
- Lahirnya negara-negara baru, seperti Polandia, Finlandia, Hongaria, Cekoslovia, Yugoslavia, dan Rumania
- Lahirnya Liga Bangsa-Bangsa (atau disebut juga LBB) yang diprakasai oleh Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson
2. Dalam Bidang Ekonomi
- Hancurnya sarana fisik dan nonfisik
- Hancurnya pusat-pusat industri di Eropa
- Rusaknya daerah pertanian yang mengakibatkan timbul kelaparan yang hebat di Rusia
- Terjadinya krisis Malaise pada tahun 1929, yakni krisis ekonomi dunia yang diawali hancurnya sektor-sektor ekonomi Amerika Serikat
3. Dalam Bidang Sosial
- Perang Dunia I yang berlangsung selama 4 tahun, telah menelan banyak korban, baik yang tewas, luka-luka, ditahan, bahkan hilang
-  Negara-negara Eropa banyak kehilangan pemuda
- Peranan perempuan meningkat menggantikan generasi muda yang gugur dalam perang















PENUTUP

Demikianlah tugas sejarah dengan tema perang dunia 1 telah kami selesaikan dengan baik semoga tugas ini dapat bermanfaat yang khususnya bagi kami penyusun dan yang umumnya bagi teman-teman semua.
Dan terima kasih kepada Ibu Diyah saptorini  yang telah memberi tugas ini, sehingga kami bisa lebih paham akan tentang perang dunia 1 yang telah diajarkan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih kurang dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati para pembaca untuk memberikan saran atau kritik yang membangun demi perbaikan. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.

                          


                           Penulis