Powered By Blogger

Selasa, 23 September 2014

Kebersihan Lingkungan Sekolah



KARYA ILMIAH REMAJA
KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH


KARYA ILMIAH REMAJA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
 Pelajaran Bahasa Indonesia



Oleh :
Frisca Putikasari (17/IXH)
                                                                   

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SRAGEN
SMP NEGERI 1 MASARAN
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR
            Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, berkah, dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan judul “Kebersihan Lingkungan Sekolah”.
Penyusunan karya ilmiah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas akhir semester genap yang diberikan oleh Ibu Dra. Dijah Ambar Astoeti sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9H.
            Saya menyadari bahwa penyusunan karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan dalam kesempatan berikutnya. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua.

Penulis            













DAFTAR ISI
1.      Halaman Judul………………………………………………………………...1
2.      Kata Pengantar...................................................................................................2
3.      Daftar Isi …………………...………………………………………………....3
4.      BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………..4
5.      BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kondisi Kebersihan di SMPN I MASARAN …………………………….5
2.2 Dampak Kondisi Lingkungan Sekolah……………………………………5
2.3 Peran Siswa Dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih ………….5
2.4 Upaya Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah …………………...6
2.5 Kendala Untuk Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah ………….6
2.6 Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar Mengajar ………………..6
2.7 Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah……………………....7
2.8 Pengertian Kebersihan Lingkungan Sekolah ……………………………..8
6.      BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan …………………………………………………………….....9
3.2 Saran…………………………………………………………………........9
7.      Daftar Pustaka………………………………………………………………..10
8.      Lampiran …………………………………………………………….........…11







BAB I
PENDAHULUAN

Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Lingkungan sekolah dapat mewarnai segala aktifitas para siswa, mulai dari gaya hidup, cara berperilaku, pola pikir, bahkan kepribadian. Lingkungan sekolah harus di jaga kebersihannya agar tetap nyaman dan tidak menjadi sarang penyakit. Dengan demikian diharapkan para siswa dapat bebas dari segala macam penyakit. Jadi untuk meningkatkan kebersihan sekolah, warga sekolah harus saling menyadari bahwa pentingnya kebersihan lingkungan sekolah untuk kenyamanan kita dalam Kegiatan Belajar Mengajar maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Dan marilah kita terapkan prinsip hidup bersih mulai dari sekarang.
Seringkali kita melihat slogan-slogan di berbagai dinding sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, padahal sekolah sudah menyediakan tempat sampah. Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Kebersihan dan kedisiplinan harus dimiliki setiap siswa, agar terciptanya lingkungan sekolah yang ASRI sekaligus dapat mengharumkan nama baik sekolah.
Masalah kebersihan yang tidak kondusif dikarenakan para siswa tidak sadar akan hal kebersihan. Pada topik kali ini, penulis ingin membangun peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Karena, bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada disekeliling kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas bersih, pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya dengan sempurna. Otak dapat bekerja dengan cepat. Jika lingkungan sehat dan bersih, otak dapat bekerja melebihi dari benda cepat apapun yang pernah ada. Karena otak memiliki berjuta – juta rangsangan yang meliputi dan melindungi otak agar otak dapat bekerja dengan maksimal. Setidaknya, dengan menjaga kebersihan, kita juga telah melestarikan dan menjaga maupun menghargai bakat kita dalam Iptek.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Kondisi Kebersihan di SMPN 1 MASARAN                              Kebersihan lingkungan sekolah sangatlah berpengaruh terhadap semangat belajar para siswa-siswi, oleh karena itu kebersihan lingkungan sekolah sangatlah perlu di perhatikan. Saat ini kondisi kebersihan di sekolah SMPN I MASARAN sangat kurang dari apa yang diharapkan. Dibeberapa ruangan bahkan semua ruangan kelas sering kali di temukan sampah dan coret-coretan di meja, kursi dan dinding .padahal sebenarnya setiap upacara hari senin sudah diingatkan kembali oleh Pembina upacara agar siswa-siswi dapat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan ruang kelas . Pihak sekolah pun telah melakukan pembersihan meja dan kursi di setiap ruang kelas dan setiap hari sehabis pulang sekolah pihak sekolah pun pembersihkan sampah-sampah yang berada diruang kelas ,sayangnya masih banyak terdapat coret-coretan yang terdapat di meja dan kursi di ruang kelas. Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat keperdulian siswa-siswi SMPN 1 MASARAN untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
2.2     Dampak Kondisi Lingkungan Sekolah
              Faktor yang mempengaruhi prestasi dan semangat siswa-siswi salah satunya adalah kebersihan lingkungan sekolah khususnya ruang kelas. Jika saja setiap ruang kelas bersih, maka konsentrasi belajar tidak akan terpecah dan akan fokus kepada pelajaran, dengan begitu sistem kerja otak akan meningkat. Maka dari itu ruang kelas harus dalam keadaan yang bersih agar siswa-siswi dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar. Dalam menjaga kebersihan kelas, dibutuhkan kerja sama antara siswa, guru, dan petugas kebersihan sekolah. Siswa adalah salah satu pendukung kebersihan sekolah, karena jumlah siswa yang sangat banyak jika dibandingkan dengan warga sekolah lainnya. Siswa yang memiliki IQ tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret bangku, siswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, siswa yang tidak bisa diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan sekolah bisa dikatakan siswa tersebut ber-IQ rendah.

2.3     Peran Siswa Dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih
              Agar sekolah terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran. Selain itu, siswa juga diwajibkan untuk melaksanakan piket kelas yang sudah menjadi ketentuan. Dan juga bisa dijadikan lomba kebersihan kelas induk untuk masing-masing kelas, agar siswa dan siswi dapat menjaga kebersihan kelas induknya masing-masing. Diluar lomba kebersihan kelas induk tersebut, juga pihak sekolah membuat satu peraturan yang didalamnya berisi anjuran bagi siswa dan siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang melanggarnya. Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan  ini adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan sekolahnya agar sekolah tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar. 

2.4     Upaya Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah
Demi menciptakan kebersihan dilingkungan sekolah, sebaiknya upaya-upaya yang dilakukan sebagai berikut :
·      Meberikan sanksi yang tegas kepada siswa-siswi yang melanggar peraturan tentang kebersihan lingkungan sekolah
·      Melakukan razia setiap 1 bulan kepada siswa-siswi yang membawa tip-x
·      Mengadakan lomba kebersihan setiap tahunnya agar siswa-siswi terpancing untuk menjaga kebersihan rung kelas supaya kelasnya mendapat juara

2.5     Kendala Untuk Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah
              Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah :
·      Sistem moving class yang membuat sulit siswa-siswi untuk menjaga kebersihan
·      Kurangnya kesadaran siswa-siswi dalam menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah

2.6     Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar Mengajar                   Lingkungan belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv, dimana sebuah lingkungan belajar yang didesain atau dibangun untuk membantu pelajar meningkatkan produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajartercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan, kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi juga mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung sehinggatimbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses belajar mengajar dikarenakan lingkungan yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.                                                                                                
2.7     Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
Manfaat menjaga kebersihan lingkungan antara lain:
1.    Terhindar dari penyakit yang disebabkan lingkungan yang tidak sehat.
2.    Tercipta suatu kenyamanan, keindahan, dan ketenangan.
3.    Menambah kadar keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4.    Menjadikan kenyamanan dalam kegiatan belajar.
5.    Dapat berkonsentrasi dengan baik.
Masih banyak lagi manfaat menjaga kebersihan lingkungan, maka dari itu kita harus menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan. Lingkungan akan lebih baik jika semua orang sadar dan bertanggungjawab akan kebersihan lingkungan, karena hal itu harus ditanamkan sejak dini. Di agama islam pun kita di ajarkan untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan adalah sebagaian dari iman.
1)        Kebersihan lingkungan mendorong semangat belajar siswa
Dalam setiap aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari. Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan ditata sebaik-baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan mengajak sahabat-sahabat untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
2)        Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah
Kita tahu, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak – penggeraknya harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah.
3)        Kebersihan Lingkungan dapat memperlancar otak manusia
Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru – paru sebagian besar berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya.



4)        Penanaman pohon baik untuk lingkungan
Penanaman pohon kembali atau yang paling identik dengan penghijauan dapat mempengaruhi besarnya jumlah oksigen yang dapat dihirup oleh manusia. Bila dilingkungan sekolah ditanami pohon – pohon rindang, maka di tempat itu pasti banyak terdapat oksigen yang bersih dan segar. Dan pohon – pohonan juga dapat mengurangi polusi dan sinar matahari secara langsung.

2.8     Pengertian Kebersihan Lingkungan Sekolah                              Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan lingkungan sekolah harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan  yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Kondisi kebersihan  saat ini belum menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih. Masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Misalnya di kolong meja, kantin, dan tempat-tempat yang tidak terlihat oleh mata (tersembunyi). Padahal, tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah. Sampah-sampah tersebut berupa sampah sisa makanan, bungkus  plastik makanan, dan lain-lain. Kualitas suatu lingkungan hidup manusia ditentukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor atau keadaan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan, antara lain :             
a)      Keadaan kebersihan dan kesehaan lingkungan
b)      Keadaan keamanan dan ketentraman lingkungan
c)      Faktor keseimbangan dan ketentraman lingkungan
d)     Faktor keindahan dan kenyamanan lingkungan
e)      Faktor ketepatgunaannya atau fungsinya                                                                                                                     








BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Dari beberapa uraian yang telah dibahas sebelumnya dapat kita simpulkan bahwa Kesadaran siswa-siswi yang sangat rendah akan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah menjadikan SMPN 1 MASARAN masih belum bisa dikatakan sebagai sekolah yang bersih, asri, nyaman dan sehat. Oleh karena itu, keluarga besar SMPN 1 MASARAN harus turut andil dalam meningkatkan kebersihan lingkungan agar terciptanya suasana yang nyaman dalam kegiatan proses belajar mengajar, serta siswa harus selalu menjaga dan melaksanakan tanggung jawab masing-masing.

3.2       Saran
Dalam rangka meningkatkan kebersihan lingkungan SMPN 1 MASARAN ada beberapa upaya yang mungkin bisa dilakukan antara lain :
1)     Guru disarankan untuk bersikap empatik terhadap lingkungan.
2)     Setiap ruang kelas diberikan alat bersih-bersih seperti : sapu ,tempat sampah dan pengki.
3)     Mengadakan bersih-bersih kelas dan lingkungan sekolah secara rutin setiap sebelum masuk dan pulang sekolah.
4)     Menindak atau memberi sanksi yang tegas bagi siswa-siswi yang mengotori lingkungan sekolah.
5)     Mengadakan jum’at bersih yaitu dengan berkeliling di lingkungan masyarakat sekitar sekolah sambil mengambil sampah dipinggir jalan.













DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Syharsini. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Paraktik. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
IKIP Bandung. 1990. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: IKIP Bandung.
Jalaluddin, Rahmat. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution  S. 2003. Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.
Riahdo, Hendra. 2011. Kebersihan Lingkungan Sekolah. Jakarta: Wordpress.
Sugihastuti. 2000. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sukmadinata, dkk. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yandianto. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung: M2S.



















LAMPIRAN

-  Jawaban narasumber dari angket yang penulis ajukan.
Berikut beberapa pertanyaan yang diberikan kepada subjek penelitian :
1.      Menurut anda, apa yang dimaksud dengan kebersihan itu?
2.      Apakah sekolah kita sudah bersih? Jelaskan!
3.      Apa yang perlu diperbaiki dari kebersihan sekolah kita?
4.      Apa harus ada peraturan atau kebijakan baru untuk kebersihan sekolah kita? Jelaskan dan beri contoh!
5.      Apa yang anda lakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita?
Berikut jawaban dari beberapa subjek penelitian :
A.                Irfan Alvian A. ( Kelas VIIC )                                                           
“Kebersihan adalah kondisi dimana lingkungan tampak bersih. Menurut saya sekolah ini belum bersih, karena kurangnya toleransi dari siswa-siswi. yang perlu diperbaiki yaitu tempat sampah yang masih berantakan/belum rapi. kebijakan baru tentang kebersihan harus diterapkan, contohnya : memberi denda dan teguran bagi si pelanggar yang membuang sampah sembarangan. Untuk menunjang kebersihan yaitu dengan membuang sampah tidak sembarangan dan selalu piket.”
B.  Elvina Ramadhani ( Kelas VIID)
“Kebersihan adalah bebas dari kotoran, termasuk debu, sampah, polusi, dll. Menurut saya sekolah ini belum bersih, karena masih ada kotoran yang berserakan, contohnya : di belakang kelas 7 banyak sekali sampahnya. Peraturan tentang kebersihan sekolah harus diterapkan, contohnya : setiap kelas harus di pantau kebersihannya dan setiap upacara di umumkan dari kelas 7-9 yang merupakan kelas terbersih agar mereka bersemangat untuk menjadikan kelas mereka adalah kelas terbersih.”                      Berikut beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah:                                                                                                                            -Membersihkan lingkungan sekolah minimal lingkungan kelas agar tampak bersih.    -Membersihkan lantai, jendela, dan debu-debu.                                                            -Membersihkan papan tulis setelah ganti pelajaran.

C.       Hana Afifah M. ( Kelas VIIIA )
“Kebersihan merupakan sebuah kebudayaan yang harus kita laksanakan, dimana agar lingkungan sekitar kita menjadi bersih dan nyaman. Menurut saya belum, karena dapat ditemui sampah dimana-mana, sehingga menyebabkan lingkungan kumuh dan berbau tak sedap. Menurut saya, sampah yang menyebar dimana-mana, seperti: kaleng, gelas plastik, selain kita buang dapat kita jadikan ketrampilan atau kita kumpulkan untuk di jual. Selain itu, setiap kita menemui sampah bisa kita ambil dan di buang ke tempat sampah, juga kamar mandi yang terlalu kumuh perlu renovasi dan pembaharuan cat dinding untuk mengurangi coret-coretan di tembok. Kebijakan tentang kebersihan harus ada, karena untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan ASRI, adapun peraturan-peraturannya : dilarang membuang sampah sembarangan, menjaga keasrian tanaman, kerja bakti bersama setiap jum’at/sabtu, dan merawat kelas/lingkungan di sekitar kelas masing-masing. Untuk menunjang kebersihan sekolah yaitu, tetap melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar kita, terutama di lingkungan sekolah karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita masing-masing.”
D.      Erwin Fernanda ( Kelas IXH )
“Kebersihan adalah keadaan yang dianggap bersih dari hadas dan najis, kebersihan sebagian dari iman. Sekolah kita belum bersih, dikarenakan apabila siswa jajan, sampahnya dibuang sembarangan. Yang perlu di perbaiki yaitu MCK, tempat sampah, selokan, dll. Peraturan tentang kebersihan sekolah harus ada, yaitu dengan memperbaharui gerakan menanam 1001 pohon dan membuang sampah pada tempatnya. Untuk menunjang kebersihan yaitu dengan membersihkan dan membuang sampah pada tempatnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar