KARYA ILMIAH REMAJA
KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

KARYA ILMIAH REMAJA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia
Oleh :
Frisca Putikasari (17/IXH)
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SRAGEN
SMP NEGERI 1 MASARAN
TAHUN
PELAJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat, berkah, dan hidayah-Nya, sehingga
saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan judul “Kebersihan Lingkungan
Sekolah”.
Penyusunan
karya ilmiah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas akhir semester genap yang
diberikan oleh Ibu Dra. Dijah Ambar Astoeti sebagai guru mata pelajaran Bahasa
Indonesia kelas 9H.
Saya menyadari bahwa
penyusunan karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan dalam
kesempatan berikutnya. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua.
Penulis
DAFTAR ISI
1.
Halaman Judul………………………………………………………………...1
2.
Kata Pengantar...................................................................................................2
3.
Daftar Isi …………………...………………………………………………....3
4.
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………..4
5.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kondisi Kebersihan di SMPN I MASARAN
…………………………….5
2.2 Dampak Kondisi Lingkungan Sekolah……………………………………5
2.3 Peran Siswa Dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih ………….5
2.4 Upaya Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah …………………...6
2.5 Kendala Untuk Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah
………….6
2.6 Pengaruh Kebersihan Terhadap
Proses Belajar Mengajar ………………..6
2.7 Manfaat Menjaga
Kebersihan Lingkungan Sekolah……………………....7
2.8
Pengertian Kebersihan Lingkungan Sekolah ……………………………..8
6.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan …………………………………………………………….....9
3.2 Saran…………………………………………………………………........9
7.
Daftar Pustaka………………………………………………………………..10
8.
Lampiran …………………………………………………………….........…11
BAB
I
PENDAHULUAN
Lingkungan sekolah merupakan salah
satu faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Lingkungan sekolah
dapat mewarnai segala aktifitas para siswa, mulai dari gaya hidup, cara berperilaku,
pola pikir, bahkan kepribadian. Lingkungan sekolah harus di jaga kebersihannya
agar tetap nyaman dan tidak menjadi sarang penyakit. Dengan
demikian diharapkan para siswa dapat bebas dari segala macam penyakit. Jadi
untuk meningkatkan kebersihan sekolah, warga sekolah harus saling menyadari
bahwa pentingnya kebersihan lingkungan sekolah untuk kenyamanan kita dalam
Kegiatan Belajar Mengajar maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Dan marilah kita
terapkan prinsip hidup bersih mulai dari sekarang.
Seringkali kita melihat slogan-slogan di berbagai dinding
sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan
tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti
hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting
bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa
kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, padahal sekolah sudah
menyediakan tempat sampah. Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor,
kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan
tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Kebersihan dan
kedisiplinan harus dimiliki setiap siswa, agar terciptanya lingkungan sekolah
yang ASRI sekaligus dapat mengharumkan nama baik sekolah.
Masalah kebersihan yang tidak kondusif dikarenakan para
siswa tidak sadar akan hal kebersihan. Pada topik kali ini, penulis ingin
membangun peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Karena, bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada disekeliling
kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa dapat
menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas bersih,
pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi
dan kegunaannya dengan sempurna. Otak dapat bekerja dengan cepat. Jika
lingkungan sehat dan bersih, otak dapat bekerja melebihi dari benda cepat
apapun yang pernah ada. Karena otak memiliki berjuta – juta rangsangan yang
meliputi dan melindungi otak agar otak dapat bekerja dengan maksimal.
Setidaknya, dengan menjaga kebersihan, kita juga telah melestarikan dan menjaga
maupun menghargai bakat kita dalam Iptek.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Kondisi Kebersihan di SMPN 1 MASARAN Kebersihan
lingkungan sekolah sangatlah berpengaruh terhadap semangat belajar para
siswa-siswi, oleh karena itu kebersihan lingkungan sekolah sangatlah perlu di
perhatikan. Saat ini kondisi kebersihan di sekolah SMPN I MASARAN sangat kurang
dari apa yang diharapkan. Dibeberapa ruangan bahkan semua ruangan kelas sering
kali di temukan sampah dan coret-coretan di meja, kursi dan dinding .padahal
sebenarnya setiap upacara hari senin sudah diingatkan kembali oleh Pembina
upacara agar siswa-siswi dapat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan ruang
kelas . Pihak sekolah pun telah melakukan pembersihan meja dan kursi di setiap
ruang kelas dan setiap hari sehabis pulang sekolah pihak sekolah pun
pembersihkan sampah-sampah yang berada diruang kelas ,sayangnya masih banyak
terdapat coret-coretan yang terdapat di meja dan kursi di ruang kelas. Hal ini
menunjukkan rendahnya tingkat keperdulian siswa-siswi SMPN 1 MASARAN untuk
menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
2.2 Dampak
Kondisi Lingkungan Sekolah
Faktor
yang mempengaruhi prestasi dan semangat siswa-siswi salah satunya adalah
kebersihan lingkungan sekolah khususnya ruang kelas. Jika saja setiap ruang
kelas bersih, maka konsentrasi belajar tidak akan terpecah dan akan fokus
kepada pelajaran, dengan begitu sistem kerja otak akan meningkat. Maka dari itu
ruang kelas harus dalam keadaan yang bersih agar siswa-siswi dapat lebih berkonsentrasi
dalam belajar. Dalam menjaga kebersihan kelas,
dibutuhkan kerja sama antara siswa, guru, dan petugas kebersihan sekolah. Siswa
adalah salah satu pendukung kebersihan sekolah, karena jumlah siswa yang sangat
banyak jika dibandingkan dengan warga sekolah lainnya. Siswa yang memiliki IQ
tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika
diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret
bangku, siswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, siswa yang tidak
bisa diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan sekolah bisa dikatakan
siswa tersebut ber-IQ rendah.
2.3 Peran Siswa
Dalam Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih
Agar
sekolah terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan
lingkungan sekolah dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu
siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat
sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan
sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang
merupakan sarana pembelajaran. Selain itu, siswa juga diwajibkan untuk
melaksanakan piket kelas yang sudah menjadi ketentuan. Dan juga bisa dijadikan
lomba kebersihan kelas induk untuk masing-masing kelas, agar siswa dan siswi
dapat menjaga kebersihan kelas induknya masing-masing. Diluar lomba kebersihan
kelas induk tersebut, juga pihak sekolah membuat satu peraturan yang didalamnya
berisi anjuran bagi siswa dan siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah,
dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang melanggarnya. Hal yang
paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan ini
adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan
sekolahnya agar sekolah tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses
kegiatan belajar mengajar.
2.4 Upaya
Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah
Demi menciptakan kebersihan
dilingkungan sekolah, sebaiknya upaya-upaya yang dilakukan sebagai berikut :
·
Meberikan sanksi yang tegas kepada siswa-siswi yang
melanggar peraturan tentang kebersihan lingkungan sekolah
·
Melakukan razia setiap 1 bulan kepada siswa-siswi yang
membawa tip-x
·
Mengadakan lomba kebersihan setiap tahunnya agar siswa-siswi
terpancing untuk menjaga kebersihan rung kelas supaya kelasnya mendapat juara
2.5 Kendala
Untuk Menciptakan Kebersihan Lingkungan Sekolah
Beberapa kendala yang dihadapi
oleh pihak sekolah adalah :
· Sistem moving class yang membuat
sulit siswa-siswi untuk menjaga kebersihan
·
Kurangnya kesadaran siswa-siswi dalam menjaga kebersihan
ruang kelas dan lingkungan sekolah
2.6 Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar
Mengajar Lingkungan
belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv, dimana
sebuah lingkungan belajar yang didesain atau dibangun untuk membantu pelajar
meningkatkan produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar
mengajartercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan
dengan, kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi juga mampu secara
aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung
sehinggatimbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar
berlangsung. Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan
belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan
sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses belajar mengajar dikarenakan
lingkungan yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.
2.7 Manfaat Menjaga Kebersihan Lingkungan
Sekolah
Manfaat menjaga kebersihan lingkungan antara
lain:
1. Terhindar dari penyakit
yang disebabkan lingkungan yang tidak sehat.
2. Tercipta
suatu kenyamanan, keindahan, dan ketenangan.
3. Menambah
kadar keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Menjadikan
kenyamanan dalam kegiatan belajar.
5. Dapat
berkonsentrasi dengan baik.
Masih
banyak lagi manfaat menjaga kebersihan lingkungan, maka dari itu kita harus
menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan. Lingkungan akan lebih
baik jika semua orang sadar dan bertanggungjawab akan kebersihan lingkungan,
karena hal itu harus ditanamkan sejak dini. Di agama islam pun kita di ajarkan
untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan adalah sebagaian dari iman.
1)
Kebersihan lingkungan mendorong semangat belajar siswa
Dalam setiap aspek dan perilaku
siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari. Demikianlah dengan
lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila lingkungan sekolah
maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan ditata
sebaik-baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan mengajak sahabat-sahabat
untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
2)
Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah
Kita tahu, bahwa kebersihan
lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih
lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi
maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk
menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak – penggeraknya harus menjaga
kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah.
3)
Kebersihan Lingkungan dapat memperlancar otak manusia
Perlu kita tahu bahwa lingkungan
bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak manusia. Karena oksigen berupa O2
yang dihirup melalui paru – paru sebagian besar berfungsi untuk memperlancar
peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu
dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan
disekitarnya.
4)
Penanaman pohon baik untuk lingkungan
Penanaman pohon kembali atau yang
paling identik dengan penghijauan dapat mempengaruhi besarnya jumlah oksigen
yang dapat dihirup oleh manusia. Bila dilingkungan sekolah ditanami pohon –
pohon rindang, maka di tempat itu pasti banyak terdapat oksigen yang bersih dan
segar. Dan pohon – pohonan juga dapat mengurangi polusi dan sinar matahari
secara langsung.
2.8 Pengertian Kebersihan Lingkungan Sekolah
Kebersihan
lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih
bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan
lingkungan sekolah harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan
yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Kondisi kebersihan saat ini
belum menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih. Masih banyak kita jumpai
sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Misalnya di kolong meja, kantin, dan
tempat-tempat yang tidak terlihat oleh mata (tersembunyi). Padahal,
tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah. Sampah-sampah tersebut berupa
sampah sisa makanan, bungkus plastik
makanan, dan lain-lain. Kualitas
suatu lingkungan hidup manusia ditentukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor
atau keadaan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan, antara lain :
a) Keadaan
kebersihan dan kesehaan lingkungan
b) Keadaan
keamanan dan ketentraman lingkungan
c) Faktor
keseimbangan dan ketentraman lingkungan
d) Faktor
keindahan dan kenyamanan lingkungan
e) Faktor
ketepatgunaannya atau fungsinya
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari beberapa uraian yang telah dibahas sebelumnya dapat
kita simpulkan bahwa Kesadaran siswa-siswi yang sangat rendah akan pentingnya
kebersihan lingkungan sekolah menjadikan SMPN 1 MASARAN masih belum bisa dikatakan
sebagai sekolah yang bersih, asri, nyaman dan sehat. Oleh karena itu, keluarga
besar SMPN 1 MASARAN harus turut andil dalam meningkatkan kebersihan lingkungan
agar terciptanya suasana yang nyaman dalam kegiatan proses belajar mengajar,
serta siswa harus selalu menjaga dan melaksanakan tanggung jawab masing-masing.
3.2 Saran
Dalam
rangka meningkatkan kebersihan lingkungan SMPN 1 MASARAN ada beberapa upaya
yang mungkin bisa dilakukan antara lain :
1) Guru disarankan untuk bersikap
empatik terhadap lingkungan.
2) Setiap ruang kelas diberikan alat
bersih-bersih seperti : sapu ,tempat sampah dan pengki.
3) Mengadakan bersih-bersih kelas dan
lingkungan sekolah secara rutin setiap sebelum masuk dan pulang sekolah.
4) Menindak
atau memberi sanksi yang tegas bagi siswa-siswi yang mengotori lingkungan
sekolah.
5) Mengadakan jum’at bersih yaitu
dengan berkeliling di lingkungan masyarakat sekitar sekolah sambil mengambil
sampah dipinggir jalan.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto,
Syharsini. 1993. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Paraktik. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud.
1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
IKIP
Bandung. 1990. Pedoman Penulisan Karya
Ilmiah. Bandung: IKIP Bandung.
Jalaluddin,
Rahmat. 2001. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution
S. 2003. Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.
Riahdo,
Hendra. 2011. Kebersihan Lingkungan
Sekolah. Jakarta: Wordpress.
Sugihastuti.
2000. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Sukmadinata,
dkk. 2006. Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yandianto.
2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Bandung: M2S.
LAMPIRAN
-
Jawaban narasumber dari angket yang
penulis ajukan.
Berikut
beberapa pertanyaan yang diberikan kepada subjek penelitian :
1. Menurut
anda, apa yang dimaksud dengan kebersihan itu?
2. Apakah
sekolah kita sudah bersih? Jelaskan!
3. Apa
yang perlu diperbaiki dari kebersihan sekolah kita?
4. Apa
harus ada peraturan atau kebijakan baru untuk kebersihan sekolah kita? Jelaskan
dan beri contoh!
5. Apa
yang anda lakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita?
Berikut
jawaban dari beberapa subjek penelitian :
A.
Irfan Alvian A. ( Kelas
VIIC )
“Kebersihan
adalah kondisi dimana lingkungan tampak bersih. Menurut saya sekolah ini belum
bersih, karena kurangnya toleransi dari siswa-siswi. yang perlu diperbaiki
yaitu tempat sampah yang masih berantakan/belum rapi. kebijakan baru tentang
kebersihan harus diterapkan, contohnya : memberi denda dan teguran bagi si
pelanggar yang membuang sampah sembarangan. Untuk menunjang kebersihan yaitu
dengan membuang sampah tidak sembarangan dan selalu piket.”
B.
Elvina Ramadhani (
Kelas VIID)
“Kebersihan
adalah bebas dari kotoran, termasuk debu, sampah, polusi, dll. Menurut saya
sekolah ini belum bersih, karena masih ada kotoran yang berserakan, contohnya :
di belakang kelas 7 banyak sekali sampahnya. Peraturan tentang kebersihan
sekolah harus diterapkan, contohnya : setiap kelas harus di pantau
kebersihannya dan setiap upacara di umumkan dari kelas 7-9 yang merupakan kelas
terbersih agar mereka bersemangat untuk menjadikan kelas mereka adalah kelas
terbersih.” Berikut
beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah:
-Membersihkan
lingkungan sekolah minimal lingkungan kelas agar tampak bersih. -Membersihkan lantai, jendela, dan
debu-debu. -Membersihkan
papan tulis setelah ganti pelajaran.
C.
Hana Afifah M. ( Kelas
VIIIA )
“Kebersihan
merupakan sebuah kebudayaan yang harus kita laksanakan, dimana agar lingkungan
sekitar kita menjadi bersih dan nyaman. Menurut saya belum, karena dapat
ditemui sampah dimana-mana, sehingga menyebabkan lingkungan kumuh dan berbau tak
sedap. Menurut saya, sampah yang menyebar dimana-mana, seperti: kaleng, gelas
plastik, selain kita buang dapat kita jadikan ketrampilan atau kita kumpulkan
untuk di jual. Selain itu, setiap kita menemui sampah bisa kita ambil dan di
buang ke tempat sampah, juga kamar mandi yang terlalu kumuh perlu renovasi dan
pembaharuan cat dinding untuk mengurangi coret-coretan di tembok. Kebijakan
tentang kebersihan harus ada, karena untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih
dan ASRI, adapun peraturan-peraturannya : dilarang membuang sampah sembarangan,
menjaga keasrian tanaman, kerja bakti bersama setiap jum’at/sabtu, dan merawat
kelas/lingkungan di sekitar kelas masing-masing. Untuk menunjang kebersihan
sekolah yaitu, tetap melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar kita,
terutama di lingkungan sekolah karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan
kita masing-masing.”
D.
Erwin Fernanda ( Kelas
IXH )
“Kebersihan
adalah keadaan yang dianggap bersih dari hadas dan najis, kebersihan sebagian
dari iman. Sekolah kita belum bersih, dikarenakan apabila siswa jajan,
sampahnya dibuang sembarangan. Yang perlu di perbaiki yaitu MCK, tempat sampah,
selokan, dll. Peraturan tentang kebersihan sekolah harus ada, yaitu dengan
memperbaharui gerakan menanam 1001 pohon dan membuang sampah pada tempatnya.
Untuk menunjang kebersihan yaitu dengan membersihkan dan membuang sampah pada
tempatnya.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar